Kriteria Kenaikan Kelas SMP dan SMA Berbeda

ILUSTRASI: Suasana pembelajaran tatap muka di SMAN 1 Cikarang Pusat. Kriteria kenaikan kelas pada jenjang pendidikan SMP dan SMA berbeda. ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rapat kenaikan kelas akan dilaksanakan oleh SMA dan SMP pada Senin (20/6) hari ini. Kriteria kenaikan kelas pada masing-masing jenjang pendidikan ini berbeda.


Kepala SMAN 1 Cikarang Pusat Sayuti menyampaikan, rapat kenaikan kelas akan dilaksanakan pada hari ini. Menurutnya, kriteria kenaikan kelas tidak hanya didasarkan pada penilaian akhir semester (PAS).

“Insyaallah pada 20 (Juni,Red) kami akan melakukan rapat kenaikan kelas. Bukan hanya penilaian PAS saja yang akan menjadi penilaian kami, tapi banyak penilaian yang akan kami masukan untuk kenaikan kelas siswa,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu, (19/6).


Terdapat sejumlah kriteria kenaikan kelas di sekolah ini. Antara lain, seluruh mata pelajaran memiliki nilai, memiliki nilai B (Baik) untuk penilaian afektif, sikap dan perilaku, serta memiliki total kehadiran minimal 95 persen.

“Jangan sepelekan kehadiran, meskipun kegiatan belajar dilakukan secara online. Karena itu masuk dalam kriteria penilaian kenaikan kelas,” tegasnya.

Selain itu, siswa harus  menuntaskan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dari masing-masing pelajaran. Menurutnya, pihaknya akan mempertimbangkan kenaikan kelas  jika siswa belum dapat memenuhi kriteria tersebut.

“Jika kriteria penilaian tadi belum bisa dituntaskan, maka itu akan menjadi pertimbangan kami lagi dalam rapat kenaikan kelas. Apakah itu bisa dinaikan dengan syarat tertentu atau benar-benar tidak bisa dinaikan,” katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 17 Kota Bekasi Arief Purnama. Ia mengungkapkan, rapat kenaikan kelas akan dilaksanakan pada 20 Juni 2022.

“Kami akan melakukan rapat kenaikan kelas untuk mempertimbangkan siswa tersebut bisa naik atau tidak,” ungkapnya.

Sejumlah kriteria kenaikan kelas di sekolah ini antara lain, sudah mengikuti pembelajaran di semester satu dan dua, memperoleh nilai pengetahuan dan keterampilan seluruh pelajaran, serta memiliki sikap dan perilaku minimal baik.

“Absensi siswa untuk tahun ini di sekolah kami tidak menjadi kriteria kelulusan. Karena kami masih dalam kondisi penyesuaian pandemi Covid-19,” ucapnya.

Kriteria kenaikan kelas harus dipenuhi oleh siswa. Jika belum terpenuhi, sekolah akan mempertimbangkan lagi. “Jika tidak bisa memenuhi penilaian tersebut, bisa saja tidak naik kelas. Tapi itu semua akan kami pertimbangkan dalam rapat kenaikan kelas,” pungkasnya. (dew)