Butuh 6.000 Dosis Vaksin

Illustrasi : Sejumlah warga sedang melihat sapi untuk kurban di peternakan yang berada di Jalan Raya Citarik Lama Desa Jatibaru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Senin (12/7). PRA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan semakin meluas, upaya pemberian vaksinasi pada hewan dilakukan. Sejauh ini, vaksinasi hewan sehat sudah dilaksanakan di sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak.

Sejauh ini Kota Bekasi salah satu daerah di Jawa Barat yang masih menunggu distribusi vaksin. Kebutuhan vaksin diperkirakan sebanyak 6.000 dosis.


Jumlah kasus PMK di Kota Bekasi terakhir kali tercatat sebanyak 164 kasus, menyerang hewan ternak jenis sapi. Total 6.000 dosis tersebut akan menjangkau 3.000hewan ternak, masing-masing ternak mendapat dua kali suntikan vaksin.

“Untuk 3 ribuan dengan dua kali vaksin. (Jumlah ternak saat ini) sapi sekitar 6 ribu, kambing 10 ribuan, dan domba 7 ribuan,” kata Sariyanti, Sub Koordinator Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Rabu (22/6).


Informasi terakhir, sentra peternakan sapi perah hanya ada satu di kawasan Jatisampurna. Namun, sentra peternakan sapi perah di Kota Bekasi disebut tidak berkembang baik lantaran cuaca di Kota Bekasi.

Jika masih didapati sentra peternakan sapi perah tersebut, maka akan menjadi salah satu prioritas vaksinasi di awal pelaksanaan. Kota Bekasi masih menunggu giliran distribusi vaksin untuk hewan. “Belum, karena masih prioritas (sentra peternakan) sapi perah,” tambahnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan vaksinasi telah dilaksanakan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Vaksinasi secara paralel akan dilaksanakan di wilayah provinsi dan kabupaten lain.

Kementerian Pertanian akan terus memantau jumlah kasus dan lokasi ternak guna memastikan vaksinasi tepat sasaran dan sesuai target. Pelaksanaan vaksinasi dan penandaan ternak terekam dalam sistem informasi kesehatan hewan.

“Terkait kegiatan vaksinasi, Kementan dan pemerintah daerah sudah menyiapkan beberapa hal sebagai berikut. Pertama, memastikan vaksinasi PMK darurat sesuai lokasi target, kualitas, dan jumlah,” ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri.

Vaksinasi diberikan kepada hewan yang sehat, dengan target 80 persen dari populasi. Sedangkan hewan ternak yang pernah terjangkit PMK dan sudah sembuh, disebut telah memiliki kekebalan alami terhadap virus, sehingga tidak menjadi target prioritas. (sur).