740 Ribu Warga Kantongi Booster

Illustrasi : Tenaga kesehatan menyiapkan dosis vaksin Covid-19 booster di Gerai Vaksinasi Merdeka Alun-alun Kota Bekasi, Sabtu (3/4). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster di Kota Bekasi masih di angka 36,71 persen, sehingga ada sekira 740 ribu masyarakat Kota Bekasi yang telah mengantongi garansi bebas bergerak dan berkegiatan. Pemerintah memastikan dalam waktu dekat akan menjadikan vaksin booster sebagai syarat mobilitas, baik perjalanan maupun kegiatan dalam rentang waktu dua minggu kedepan.

Dalam keterangan resmi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa pembahasan syarat mobilitas masyarakat ini menjadi salah satu pembahasan dalam rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) awal pekan ini bersama Presiden Joko Widodo. Kebijakan ini masih akan terus dievaluasi.


“Pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi,” katanya belum lama ini.

Capaian vaksinasi yang terlampau rendah menjadi salah satu alasan untuk menerapkan vaksin booster sebagai syarat mobilitas. Berdasarkan data pada aplikasi Pedulilindungi, rata-rata pengunjung mall sebanyak 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah mendapat booster.


Padahal, angka kasus Covid-19 tengah mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Lebih detail aktivitas yang akan diubah syaratnya yakni saat akan masuk mal dan perkantoran.

Untuk mempercepat vaksinasi ini, pemerintah telah meminta TNI, Polri, hingga pemerintah daerah untuk kembali menggenjot capaian vaksinasi, berikut tracing untuk mencegah peningkatan kasus meluas.

“Sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi,” ungkapnya.

Data capaian Vaksinasi Kota Bekasi per tanggal 5 Juli kemarin, dosis tiga masih berada di angka 36,71 persen, atau 740.098 jiwa. Sementara update perkembangan kasus aktif meningkat di angka 829 kasus, 4,70 persen BOR isolasi terisi, sedangkan BOR ICU tercatat 2,61 persen.

“Untuk saat ini kan kita capaiannya belum tercapai lah ya, belum mencapai target,” kata Subkoordinasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Dwi Wahyuningsih.

Meski surat resmi perubahan persyaratan aktivitas dan pergerakan masyarakat belum diterima dari pemerintah pusat, masyarakat sudah ramai mendatangi sentra vaksinasi di Puskesmas untuk mendapat suntikan dosis ketiga.

Rata-rata capaian vaksinasi yang semula 800 dosis, disebut meningkat. Permintaan vaksin dua pekan ini mencapai 2 ribu vial.

Kemarin, Dinkes Kota Bekasi sudah mengajukan penambahan distribusi vaksin kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menambah persediaan vaksin di Kota Bekasi.”Persiapan kita, kita sudah mengajukan kembali vaksin ke provinsi, karena untuk menjaga-jaga persediaan,” tambahnya.

Selama ini kata Dwi, layanan vaksinasi masih aktif, diantaranya di masing-masing puskesmas, kantor RW, dan beberapa pusat perbelanjaan. Sementara ini pihaknya masih menunggu instruksi terkait dengan strategi yang akan dijalankan untuk mengejar capaian vaksinasi booster.

“Tapi selama ini kami sudah menjalankan titik-titik untuk booster nih, kita sudah aksi sebenarnya di Puskesmas, RW, kemudian mall masih,” tukasnya.

Kota Bekasi masih memiliki persediaan 6.696 dosis vaksin. Masing-masing terdiri dari vaksin jenis Sinovac sebanyak 1.158 dosis, dan Pfizer sebanyak 5.538 dosis. (Sur)