Booster Pertama Kota Bekasi Baru 41 Persen

Kadinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati.

 

RADARBEKASI.ID, MEDANSATRIA – Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menyiapkan booster kedua untuk Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bekasi. Karena ada peningkatan dan hal itu harus secepatnya diantisipasi.


Dan untuk BOR-nya Kota Bekasi masih terbilang rendah, kemudian terkait DBD yang juga tidak bisa abaikan. Saat ini DBD pun sudah merangkak naik dan harus menjadi antisipasi.

Demikian disampaikan oleh Kapala Dinkes Kota Bekasi, Tanti Rohilawati kepada awak media, Minggu (7/8).


Ia juga mengatakan, bahwa Vaksin Booster baru di angka 41 persen. Kemudian ditambah dengan Vaksin Booster kedua untuk Nakes.

“Ini akan kita siapkan nanti mungkin akan bergantian. Karena kalau memang mengacu acuan pada pedoman Kemenkes. Untuk vaksin Booster, karena yang Booster pertama untuk Nakes Moderna Booster kedua pun akan Moderna juga,” katanya.

Sebab, Vaksin Booster Moderna dosisnya lumayan, reaksinya ada demam. Sehingga pihaknya harus antisipasi jangan sampai layanan pun menjadi lumpuh.

Pada akhirnya, pihaknya akan melakukan Vaksin Booster keduanya secara bergantian di setiap layanannya.

“Yang namanya usulan Vaksin. Karena kita dekat dengan Kemenkes dan sebetulnya idealnya adalah dari pusat. Biasanya kita dari pusat ke Provinsi dan Provinsi ke kabupaten dan Kota,” ujarnya.

Sementara, ia mengaku. Usulan dosis Vaksin Booster Moderna sebanyak 12 ribuan untuk Nakes. Akan tetapi itu data lama pihaknya akan melihat kembali dan pihaknya sedang meminta data Nakes dari pelayanan baik Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik.

Dirinya akan meminta update terbaru. Apakah ada penambahan terhadap Nakes ini. Karena ini menjadi sasaran di Vaksin Booster yang kedua.

“Untuk permintaan Vaksin Booster Moderna ke provinsi kita sesuaikan dosisnya. Disesuaikan dengan sasaran Nakes dan mungkin lebih untuk Umum juga yang masih membutuhkan. Terakhir kita di 30 ribuan akan tetapi saya harus klarifikasi dahulu,” terangnya.

Ia juga menyampaikan, untuk ketepatan data tersebut pihaknya masih mengacu pada jumlah sasaran yang ada di Kota Bekasi.

Untuk Booster kedua ini dirinya juga sudah menyiapkan berbagai macam pelayanan. Antara lain membuka pelayanan Vaksin di gerai-gerai sebagai tambahan layanan yang ada di wilayah.

Kemudian, diwilayah juga sudah dibuatkan Pos-pos. Dan pernah di bentuk di wilayah kelurahan per-kelurahan dibentuk lima Posko.

“Itu sudah kita lakukan. Akan tetapi masih belum maksimal untuk Booster. Kita juga sudah lakukan cara door to door. Door to door pun sama ini kita sudah lakukan. Dari hasil evaluasi kita baru 41 persen Booster pertama. Ini langkah yang harus kita rumuskan kembali. Dan apa langkah-langkah yang efektif yang bisa mempercepat. Kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat bagaimana pun juga tanpa diikuti kesadaran target maksimumnya kita akan sulit,” ungkapnya. (pay)