Viral, ‘Polisi’ Parkir Mobil Sembarangan di Jatiwaringin, Kini Minta Maaf

Pengemudi mobil yang parkir sembarangan di Jalan Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi, meminta maaf di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (12/9).

RADARBEKASI.ID, PONDOKGEDE – Video pengemudi mobil mengaku anggota polisi memarkir kendaraannya di Jalan Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi, mendadak viral.

Viralnya video tersebut diduga lantaran sang pengemudi bersikap arogan saat ditegur warga lantaran parkir kendaraannya mengganggu jalan umum.


Pengemudi itu ditegur pemilik toko karena menghalangi lalu lintas keluar masuk toko. Sang pengendara justru marah terhadap warga yang memintanya untuk mundur.

Dalam video viral di media sosial itu memperlihatkan pemilik mobil bernopol B 1398 KYP berdebat dengan warga yang merupakan ketua RT setempat.


Pemilik toko yang merekam peristiwa tersebut menjelaskan, kejadian itu terjadi pada 8 September lalu. Saat itu, dirinya meminta pemilik kendaraan untuk memundurkan kendaraan secara sopan.

Namun, pengendara tersebut justru tidak terima. Pemilik toko kemudian langsung menghubungi ketua RT untuk meminta bantuan. Tidak disangka, permintaan dari ketua RT untuk memundurkan mobil tersebut juga dihiraukan.

Ketua RT yang heran dengan ulah pengendara, akhirnya berinisiatif mendorong sendiri mobil pengendara tersebut.

Sang pemilik mobil akhirnya pergi setelah lebih dari 10 menit parkir di depan toko yang menjual perlengkapan sekolah.

Belakangan, pria yang mengaku sebagai anggota polri itu pensiunan pegawai bank swasta. Terlanjur membawa nama institusi polri, pria tersebut berurusan dengan Polres Metro Bekasi Kota.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki didampingi Wakapolres AKBP Rama Samtama serta para PJU, di Mapolres Metro Bekasi Kota Jalan Pangeran Jayakarta Kecamatan Medansatria Kota Bekasi. Saat dilakukan mediasi kedua belah pihak serta melakukan klarifikasi pada Selasa (13/9).

“Menindaklanjuti video viral di wilayah Polsek Pondokgede, yaitu adanya pak RT mendorong mobil yang parkir menutup kediaman ibu A, dan sudah kami pertemukan di polres, dan mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang, dimana di dalam video itu seolah-olah driver yang tidak mau mundur tadi mengaku sebagai keluarga besar polri, padahal yang bersangkutan adalah sebagai wiraswasta,” kata Hengki sapaan akrabnya kepada media.

Dia berharap, kejadian itu menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak membawa nama institusi tertentu karena akan berdampak negatif.

Pria yang diketahui berinisial ES (67) mengaku menyesal atas perkataannya di media sosial yang mengaku sebagai keluarga Polri.

“Saya meminta permohonan maaf kepada jajaran polri atas kejadian kemarin, semoga ini tidak terjadi lagi,” ungkap ES di hadapan Kapolres.

Pembuat video berinisial A yang juga pemilik toko yang merasa dihalangi mobil ES menuturkan bahwa dirinya tidak secara sengaja membiarkan kejadian itu. Dirinya merekam video hanya untuk dokumentasi pribadi.

“Saya secara pribadi memohon maaf atas video yang viral kemarin, saya tidak bermaksud untuk memberi berita hoaks atau apapun dan video itu sebenarnya untuk konsumsi pribadi kami,” kata A.

Lebih lanjut A mengatakan bahwa dengan mediasi di Mapolres semua menjadi jelas dan tidak ingin institusi polri menjadi buruk karena berbagai komentar netizen atas video yang ia rekam.

Sementara itu, Ketua RT, YM (53) yang ada dalam video itu, berharap kejadian itu dapat membuat warganya terutama pengguna jalan agar patuh kepada peraturan yang ada.

“Harapan saya, dengan adanya kejadian ini untuk patuh dengan tata cara parkir untuk kelancaran juga kenyamanan kami dan warga kami. Saya hanya itu, semua sudah clear di sini atas bantuan Pak Kapolres,” tukasnya. (pay)