Dua Calon Kepsek Mengundurkan Diri

ILUSTRASI: Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan pembekalan untuk calon kepala sekolah jenjang SD dan SMP Negeri Kota Bekasi di Aula Sekolah Islam Al-Azhar. Dua calon kepala sekolah (kepsek) jenjang SD dan SMP Negeri di Kota Bekasi mengundurkan diri setelah lolos seleksi administrasi. ISTIMEWA

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dua calon kepala sekolah (kepsek) jenjang SD dan SMP Negeri di Kota Bekasi mengundurkan diri setelah lolos seleksi administrasi. Pengunduran diri sebelum tahap pembekalan calon kepala sekolah.


Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Bekasi, terdapat 109 calon kepala sekolah lolos seleksi administrasi yang prosesnya dimulai sejak Februari. Rinciannya, SD 87 orang dan SMP 22 orang.

“Sebenarnya ada 111 calon kepala sekolah yang berhasil lolos seleksi administrasi, namun dua diantaranya yaitu dari SD memutuskan untuk mengundurkan diri,” ujar Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan SD Disdik Kota Bekasi Sugito kepada Radar Bekasi, Rabu (14/9).


Alasan pengunduran diri dua calon kepala sekolah ini beragam. Satu peserta mundur karena tidak mampu memenuhi berkas yang diminta panitia seleksi, sedangkan satu lainnya karena meninggal sehingga dianggap mengundurkan diri.

“Yang satu mengundurkan diri karena meninggal dan satunya karena ada satu berkas yang belum bisa terpenuhi, akhirnya mengundurkan diri,” jelasnya.

Rekrutmen calon kepala sekolah itu untuk memenuhi kekosongan jabatan kepala sekolah yang sementara dijabat pelaksana tugas di 28 SD negeri. Selain itu, untuk stok menggantikan kepala sekolah yang pensiun maupun meninggal.

Sebanyak 109 calon kepala sekolah yang lolos seleksi administrasi telah mengikuti pembekalan pada Senin sampai Selasa (12-13/9). Dalam pembekalan ini, panitia akan melakukan penilaian terhadap para calon kepala sekolah.

“Kita passing grade hasil pembekalan kemarin, lalu kita usulkan ke tim pertimbangan yang meliputi sekretaris daerah, kepala dinas, dewan pendidikan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang didiskusikan berdasarkan kebutuhan,” ujarnya.

Proses penilaian akan diukur dari beberapa hal, yaitu hasil verifikasi berkas, passing grade, dan  hasil pertimbangan tim. Sugito menyampaikan, pihaknya masih menunggu arahan kepala dinas untuk proses lebih lanjut.

“Sekarang ini lagi proses penilaian dari pembekalan kemarin, untuk kemudian diusulkan dan lebih lanjutnya kami sedang menunggu arahan pimpinan,” katanya.

Terpisah, salah satu calon kepala sekolah Arief Purnama mengaku bersyukur telah melalui proses seleksi. “Alhamdulillah saya telah melewati serangkaian seleksi, dari administrasi dan proses pembekalan kemarin,” ungkapnya.

Dalam pembekalan, dirinya menerima berbagai materi. Antara lain, kompetensi dasar kepala sekolah, membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), dan pembahasan terkait Kurikulum Merdeka.

Arief menyampaikan, persiapan yang ia lakukan sudah cukup matang. Kendati demikian, dirinya tetap intens melakukan diskusi dengan calon kepala sekolah lain.

“Persiapannya sih gak terlalu rumit ya, saya lebih banyak melakukan diskusi bersama dengan pimpinan di sekolah untuk menggali pengalaman dan pengetahuan saya. Tapi secara umumnya sih apa yang biasa kami lakukan di sekolah saja,” terangnya.

Apapun hasilnya, bagi Arief bisa mendapatkan sebuah pengalaman dan ilmunya. “Apapun hasilnya saya akan tetap melakukan yang terbaik bagi dunia pendidikan,” tukasnya.

Dikutip dari laman resmi Disdik Kota Bekasi, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghimbau calon kepala sekolah untuk memaksimalkan motivasi dalam diri untuk berkembang dan menciptakan sekolah yang berprestasi.

“Jika kemarin sekolah kita tidak mengukir prestasi, segera lakukan evaluasi apa kekurangannya. Jangan sampai mengeluh di sosial media, tapi segera pikirkan solusinya,” ujar Mas Tri-sapaan Plt wali kota.

Tri Adhianto juga meminta calon kepala sekolah untuk memaksimalkan interaksi dan komunikasi antar sesama guna meng-explore perkembangan dan passion siswa di lingkungan sekolah.

“Harus ada komunikasi yang aktif antara kepala sekolah dengan guru, siswa, dan orangtua atau wali murid. Jangan sampai kita bangga dengan anak yang pendiam di rumah tapi ternyata bermasalah di sekolah, bangga dengan anak yg diam di sekolah, ternyata tawuran di luar sekolah. Kita harus memiliki ikatan batin dengan anak-anak agar bisa memberikan solusi dari setiap masalahnya dan mengetahui keinginan anak-anak yang nantinya akan mereka capai cita-citanya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Inayatullah juga berharap kepada calon kepala sekolah untuk siap melaksanakan tugasnya dengan baik dan bekerja dengan hati guna terciptanya sekolah yang berprestasi. (dew)