Fasilitas Stadion Patriot Dirusak

PECAH: Polisi melintas di samping Pos Security yang diduga dirusak oleh oknum suporter PSIM Yogyakarta di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (19/9). Kericuhan tersebut usai tim PSIM Yogyakarta kalah 3-0 atas FC Bekasi City di Stadion Patriot Candrabhaga. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kericuhan antar suporter pada laga FC Bekasi City kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (19/9) pecah. Fasilitas stadion seperti kursi, kaca pos satpam hingga pagar pembatas tribun dirusak oknum suporter yang diduga dilakukan pendukung PSIM Yogyakarta menyusul kekalahan timnya 3-0 atas FC Bekasi City.Bahkan bentrok terjadi hingga luar area stadion. Terlihat para suporter masih terlibat bentrok di Jalan Ahmad Yani Bekasi Selatan saat laga usai, hingga membuat lalu lintas sempat tersendat.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih saat dihubungi Radar Bekasi, menyesalkan dan mengaku kecewa atas kejadian tersebut.


“Saya sangat menyesalkan dan kecewa atas apa yang terjadi, dan dengan kejadian ini pun saya pikir pendewasaan suporter harus lebih ditingkatkan kembali,” ujarnya Senin (19/9).

Sejauh ini kata dia jumlah kerusakan masih dalam pengecekan termasuk total kerugian. ”Untuk sementara masih dalam pengecekan. Yang sudah pasti kaca pos utara pecah dan kursi rusak. Besok (hari ini) setelah selesai pengecekan akan kita ajukan penggantian,”tambahnya.


Terpisah, Kepala UPTD Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Endang Tohari mengatakan, bahwa segala kerusakan fasilitas yang ada di stadion dampak kejadian ini akan jadi tanggung jawab pihak penyelenggara, dalam hal ini manajemen FC Bekasi City.

“Untuk kerusakan fasilitas stadion kita masih inventarisir, dan yang pasti segala kerusakan ini menjadi tanggungjawab dari pihak panitia penyelenggara (FC Bekasi city),” ungkapnya.

Menurutnya, evaluasi bakal dilakukan menyusul adanya kejadian tersebut.”Dan akibat kejadian ini, kami selaku pihak pengelola stadion tentunya bakal melakukan evaluasi untuk penggunaan stadion kepada pihak penyelenggara pertandingan tersebut,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Kota Bekasi, Komarudin turut menyesalkan kejadian kerusuhan suporter di laga Liga 2 ini. Jauh hari dirinya mengaku sudah sering mengatakan Bekasi City adalah klub profesional, maka seharusnya semua perangkatnya harus profesional. Selaku pihak penyelenggara kata dia sudah semestinya bisa mengantisipasi sekecil apapun sesuatu kemungkinan yang terjadi.

“Kan semua itu sudah jelas, bahkan di PSSI pusat juga ada standarnya, ada aturan main. Bahkan, di Perda kita juga kan jelas di dalam penyewaan stadion, dimana di dalam setiap penyelenggaraan pertandingan sepakbola itu jarak 2 Km itu masih menjadi tanggungjawab panitia penyelenggara (panpel) berkaitan dari keamanan, ketertiban, termasuk klausul atas ganti kerugian dan lain-lainnya,” paparnya.

“Intinya, nggak akan terjadi kejadian seperti ini apabila panpelnya profesional. Contohnya, Persija bertanding ditonton oleh ribuan para suporternya aman-aman saja, karena mereka profesional,” ketusnya.

Komar yang juga pengurus Asosiasi PSSI Kota Bekasi ini mengaku, bahwa selama ini Kota Bekasi selalu terbuka dengan klub sepak bola daerah lain. Kota Bekasi lanjut Komar tidak pernah lakukan aksi anarkis, dan memperlakukan tamunya dengan baik. Oleh sebab itu, pihaknya berharap insiden ini tidak harus terjadi lagi kedepannya.

“Dalam pertandingan ini Bekasi City sebagai tuan rumah lho, sedangkan PSIM tamu disini. Dan yang kita tahu PSIM itu suporternya ada ribuan, datang kesini jauh-jauh sebagai tamu untuk bisa menonton klub sepakbolanya. Ini tentu sangat disesalkan,” tutur Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi ini.

“Yang jelas, Bekasi City harus profesional lah jangan sampai malah kehadirannya image di Kota Bekasi jadi nggak aman, nggak nyaman buat orang luar Kota Bekasi untuk menonton bola disini,” tegasnya.

“Jadi, kalaupun kedepannya Bekasi City ingin selenggarakan pertandingan dan endingnya rusuh, mau ngapain main di Kota Bekasi lagi yang ada itu malah mencoreng Kota Bekasi,” pungkasnya. (mhf).