Kenaikan BBM Diklaim belum Pengaruhi UMKM

ILUSTRASI: Pekerja menyelesaikan pembuatan boneka di pabrik rumahan boneka di Jalan Blue Safir, Rawalumbu Kota Bekasi,belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diklaim belum berdampak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi. “Dampak kenaikan BBM pada para pelaku UMKM saat ini, belum begitu berpengaruh,” ujar Kepala Bidang UMKM Kota Bekasi Toto kepada Radar Bekasi Kamis, (22/9).

Kendati demikian Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi saat ini, telah memberikan kompensasi bagi para pelaku UMKM berupa pinjaman uang disalurkan melalui Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dengan bunga rendah.


“Dari Pemkot sendiri sudah memberikan kompensasi, berupa pinjaman dengan bunga rendah kepada para pelaku UMKM,” tuturnya.

Selain itu solusi lain yang saat ini tengah diberikan kepada para pelaku UMKM dengan adanya kenaikan BBM ialah, diberikannya pelatihan-pelatihan yang dapat diikuti.


Salah satunya ialah, pelatihan digital marketing, pelatihan decoupage dan ecoprint, pelatihan home decor, pelatihan sertifikasi halal, pelatihan tata rias, dan lainnya.

“Beberapa pelatihan ini dapat menjadi solusi, bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan kemampuannya. Agar dampak naiknya BBM ini tidak begitu dirasakan oleh para pelaku UMKM, untuk pelatihannya juga diberikan secara gratis,” jelasnya.

Data yang dihimpun Dinas Koperasi dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bekasi, sebanyak 6.721 UMKM yang tercatat di kota Bekasi sampai dengan tahun 2022.

Beberapa klaster diantaranya adalah, klaster makanan dan minuman, fashion, ikan hias, tanaman hias, bordir, santadoges, dan klaster handycraft.

“Ada beberapa cluster kurang lebih delapan yang tercatat, termasuk cluster-cluster lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga berharap para pelaku UMKM saat ini dapat memanfaatkan peluang dan juga kesempatan. ” Para pelaku UMKM harus bergerak cepat, manfaat kondisi untuk kemajuan usahanya. Pemkot sudah memberikan kompensasi dengan bunga rendah, dan berbagai pelatihan. Ini diharapkan menjadi solusi yang baik bagi para pelaku UMKM,” tukasnya. (dew)