Satu Fraksi di Setiap Daerah

ISTIMEWA/RADAR BEKASI ILUSTRASI : Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat, Daris saat mengukurkan pengurus tingkat kecamatan.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Jawa Barat menargetkan satu fraksi DPRD di setiap kabupaten dan kota pada Pemilu 2024 mendatang. Untuk mencapai target tersebut, partai besutan Amien Rais ini sudah mulai memupuk para Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, guna mempersiapkan diri untuk bertarung sebagai wakil rakyat.

“Jadi Partai Ummat menargetkan setiap kabupaten dan kota punya fraksi tersendiri, tidak gabung dengan partai lainnya,” ujar Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat, Daris kepada Radar Bekasi, Rabu (21/9/2022).


Sebagai orang yang menahkodai Partai Ummat di Jawa Barat, Daris memastikan, target satu fraksi benar-benar harus dikejar oleh para pengurus di 27 kabupaten dan kota. “Target satu fraksi itu kita kejar benar-benar, agar diproses membangun nanti, bisa mengimbangin kalau kita punya fraksi, punya hak bicara atau pandangan fraksi di setiap forum,” ungkapnya.

Saat ini, partai yang dipimpinnya sedang memupuk caleg-caleg yang akan menjadi pemimpin. Berdasarkan data yang ada di setiap daerah di Jawa Barat, Bacaleg yang sudah mendaftar ke Partai Ummat rata-rata mencapai 60 persen.


“Bacaleg yang mendaftar rata-rata sudah diatas 60 persen di setiap daerah yang ada di Jawa Barat. Contohnya seperti Kabupaten Bekasi, sudah ada 42 orang Bacaleg. Karena memang perekrutan Bacaleg di Kabupaten Bekasi sudah dimulai dari awal,” jelasnya.

Dia memastikan, setiap Bacaleg yang mendaftar di Partai Ummat tidak dikenakan biaya (tanpa mahar). Alasanya. agar ketika caleg tersebut terpilih tidak merasa terbebani dengan biaya yang dikeluarkan. Pasalnya, dengan biaya yang besar, setelah terpilih mereka tidak akan memikirkan tentang kemajuan rakyat. Melainkan, memikirkan hasil, untung rugi, dan sebagainya.

“Kita betul-betul ingin mencontohkan agar para pemimpin nanti tidak terbebani. Kalau daftar saja sudah ratusan juta, dia akan terbebani. Karena seolah-olah dia sudah mengeluarkan modal dulu,” katanya. (pra)