Tolak BBM, PDIP Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Bekasi Sindir PKS

ISTIMEWA/RADAR BEKASI MENOLAK : Sejumlah kader PKS Kabupaten Bekasi saat membentangkan spanduk penolakan harga BBM.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi menyindir aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digaungkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wakil Ketua DPC Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Jiovanno Nahampun mengakui, kebijakan pemerintah itu harus ada kritik. Namun dengan adanya persoalan dunia, harga minyak mentah naik atau persoalan lainnya, menyebabkan pemerintah masih menahan untuk suplay subsidi BBM.


Harusnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang merupakan bagian dari pemerintah yang mempunyai kebijakan, melakukan sosialisasi ke masyarakat agar untuk saat ini menerima dulu kenaikan harga BBM, atau menyesuaikan kenaikan harga BBM. Bukan malahan memprovokatif untuk menolak kenaikan harga BBM.

Pria yang akrab disapa Jio ini mempertanyakan, PKS menggaungkan penolakan kenaikan harga BBM untuk siapa, masyarakat yang mana. Sedangkan masyarakat bawah, seperti petani maupun nelayan sudah diberikan bantuan subsidi.


“Sekarang PKS menolak harga BBM ini untuk siapa, masyarakat yang mana. Apakah masyarakat yang mobil-mobil mewah, apakah PKS sudah melakukan survei, mobil-mobil mewah itu membeli BBM bersubsidi. Sedangkan masyarakat bawah, seperti petani maupun nelayan sudah diberikan bantuan subsidi,” katanya.

Jio menilai, PKS berada diluar pemerintahan baru pada zaman kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja. Sedangkan, pada zaman kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), justru PKS paling kencang mendorong kenaikan harga BBM. Apakah karena ada tiga menterinya di pemerintahan SBY, atau bagaimana.

“Apakah perlu ada jatah menteri dari PKS di zaman Pak Jokowi ini, agar PKS menerima harga kenaikan BBM, atau bagaimana,” tukasnya.

Sebelumnya, Dewan DPD PKS Kabupaten Bekasi melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM dengan memasang ratusan spanduk penolakan kenaikan BBM di seluruh pelosok wilayah di Kabupaten Bekasi.

“Spanduk yang kita sebar itu hampir 300, belum lagi dari relawan-relawan yang lain, karena yang membuat itu para relawan PKS diseluruh Kabupaten Bekasi,” ujar Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi, Uryan Riana.(pra)