RADARBEKASI.ID, BEKASI — Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengonfirmasi, per Senin (4/5), sebanyak 84 korban insiden kereta api di Stasiun Bekasi Timur telah kembali ke rumah. Sementara itu, 17 korban lainnya masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Anne menyampaikan, KAI masih terus melakukan pendampingan kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak akibat insiden tersebut.
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar Anne dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, KAI akan menanggung biaya pengobatan korban melalui mekanisme klaim atau reimbursement, khususnya bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri.
Proses pengajuan biaya dapat dilakukan dengan melampirkan dokumen lengkap, seperti bukti perjalanan, identitas diri, kuitansi rincian biaya, serta resume medis. KAI menargetkan proses koordinasi dengan pihak asuransi rampung dalam waktu maksimal 21 hari kerja setelah dokumen dinyatakan lengkap dan terverifikasi.
Sementara itu, ia menyebut hingga 4 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 115 barang telah ditemukan. Kemudian, 61 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 54 barang lainnya masih menunggu pengambilan.
Ia mengatakan bahwa seluruh barang telah diamankan dan didata melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. Ia mengimbau terhadap para korban, keluarga, maupun kerabat yang merasa kehilangan barang dapat mendatangi posko Informasi untuk proses verifikasi dan pengambilan barang.
“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tambah Anne.
Lebih lanjut, ia menjelaskan posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026 sebagai pusat layanan pendampingan, informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis.
“KAI akan terus memastikan seluruh proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” tutup Anne. (zak)











