Berita Bekasi Nomor Satu

Abai Prokes, Kasus Covid-19 Meningkat

ABAI PROKES: Sejumlah suporter asal Kabupaten Bogor, mengabaikan protokol kesehatan (prokes), saat menyaksikan sebuah pertandingan di Gor Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/11)..ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, mulai merangkak naik di penghujung tahun 2022 ini. Tercatat, kasus aktif Covid-19 pada tanggal 1 November 2022 sebanyak 264 orang, angka tersebut terus mengalami kenaikan setiap harinya.

Sampai akhirnya, kasus aktif di tanggal 15 November 2022 ini mencapai angka 683 orang di Kabupaten Bekasi.

“Peningkatan kasus bisa dilihat dari laporan sejak adanya varian baru, walaupun sebenarnya di Kabupaten Bekasi, varian tersebut belum terdeteksi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh, kepada Radar Bekasi, Selasa (15/11).

Menurutnya, peningkatan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi, karena masyarakat sudah merasa aman dan bosan dengan adanya protokol kesehatan (prokes).

Hal ini terlihat, hampir setiap tempat keramaian, banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dan abai terhadap prokes. Apalagi pencapaian vaksin booster di Kabupaten Bekasi, masih dibawah 70 persen.

“Sasaran vaksin booster belum sampai 70 persen untuk masyarakat umum, karena ketersediaannya masih sangat terbatas,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Ikoh ini menyampaikan, pencapaian vaksin di Kabupaten Bekasi, dosis satu baru 81 persen. Kemudian dosis dua 71 persen, dan dosis tiga 45.58 persen. Sebelumnya, stok vaksin memang sempat kosong, namun untuk sekarang sudah kembali ada.

Oleh karena itu, lanjut Ikoh, pihaknya akan terus melakukan sejumlah upaya untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

“Kami akan melakukan tracing di masing-masing wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Menghimbau kepada masyarakat, kalau Covid-19 masih ada dan tetap menjaga prokes. Melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat yang belum divaksin melalui Puskesmas. Termasuk menginformasikan ke seluruh direktur RS, baik pemerintah maupun swasta, agar menyiapkan tempat tidur bila ada lonjakan kasus rujukan Covid-19,” terang Ikoh. (pra)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin