Okupansi Hotel di Bekasi masih Landai

ILUSTRASI : Pengendara melintas di bawah Hotel di kawasan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (30/11). Jumlah pengunjung hotel jelang nataru belum ada peningkatan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jelang natal dan tahun baru (Nataru), sejumlah hotel mulai bersiap menyambut para tamu dengan beberapa promo menarik. Diprediksi tingkat keterisian hunian atau okupansi juga akan meningkat saat perayaan Nataru.

Namun sejauh ini di awal Desember 2022, tingkat keterisian hotel di Kota Bekasi masih landai. Diprediksi peningkatan jumlah pengunjung baru akan meningkat H-7 atau H-3 saat natal dan tahun baru.


Hal itu juga dibenarkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan.”Saat ini belum terlihat peningkatan jumlah pengunjung,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (30/11).

Menurutnya lonjakan pengunjung kemungkinan akan terlihat H- 7 jelang natal dan tahun baru. Selain itu meningkatnya jumlah pengunjung pada momen tertentu juga mempengaruhi biaya sewa meski tak akan signifikan.


“Biasanya peningkatan (jumlah pengunjung.red) dapat terlihat jelang H-7 atau H-3 atau pada saat hari H nya, kalau untuk kenaikan harga (biaya sewa) hunian tidak terlalu tinggi paling kenaikannya cuma 10 persen,” tuturnya.

Kendati demikian pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kota Bekasi ini menjelaskan bahwa saat ini tak ada persiapan khusus menyambut Nataru. Mengingat Kota Bekasi bukan sebagai salah satu tujuan wisata.

“Tidak ada kesiapan khusus yang dilakukan karena Kota Bekasi bukan merupakan kota destinasi jadi untuk kesiapan biasa saja yang dilakukan oleh masing- masing hotel,” jelasnya.

Menurutnya, jika kota Bekasi jadi salah satu tujuan wisata kemungkinan lonjakan pengunjung hotel bisa lebih tinggi.

“Kalau Kota Bekasi punya pantai atau punya tempat destinasi wisata mungkin peningkatan jumlah pengunjung sudah dapat terlihat, tapi memang karena Kota Bekasi bukan kota destinasi jadi kalaupun ada peningkatan tidak akan meningkat signifikan hanya sekian persen saja,” ucapnya.

Lebih jauh, selama pandemi Covid-19, okupansi hotel di Kota Bekasi masih di kisaran 50 sampai dengan 60 persen. Sehingga peningkatan memang belum terlihat signifikan.

“Kalau dilihat saat ini okupansi hotel di Kota Bekasi masih di kisaran 50-60 persen, belum ada peningkatan yang signifikan sekali,” terangnya.

Dijelaskannya Bang Yan-sapaannya- saat ini kota Bekasi memiliki 24 hotel yang beroperasi secara aktif dan rata-rata belum ada laporan terkait peningkatan jumlah pengunjung di hotel.

“Kami punya anggota 24 hotel dan mereka belum menunjukkan angka peningkatan jumlah pengunjung, kalau ada hanya di beberapa hotel saja tapi itu juga belum banyak mungkin hanya 5 sampai dengan 10 persen saja,” terangnya.

Terpisah, Public Relation Aston Imperial Bekasi Hotel dan Convention Center Oliviana Anggraeni mengungkapkan bahwa saat ini belum ada persiapan secara khusus yang dilakukan namun ada beberapa promo yang akan ditawarkan kepada pengunjung pada momen Nataru.

“Kalau untuk kesiapan khusus kami menunggu keputusan dari pemerintah setempat, terkait larangan atau peraturan. Tapi dari kami sendiri sudah melakukan persiapan ada beberapa program jelang nataru yang akan kami tawarkan kepada pengunjung,” ucapnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengunjung saat ini belum dapat diprediksi. Peningkatan pengunjung sendiri kemungkinan baru dapat diprediksi H-7 ataupun H-3 jelang perayaan natal dan tahun baru.

“Kalau sekarang belum bisa diprediksi paling H-7 jelang natal dan H-3 jelang tahun baru, sudah terlihat data persentase jumlah pengunjungnya,” pungkasnya. (dew)