Pemkot Bekasi Setop Bantuan Pakan Ternak Kambing

Ketua kelompok tani di Sepanjangjaya Rawalumbu memberikan makanan kambing bantuan dari Pemkot Bekasi, beberapa waktu lalu. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI Dua hari yang lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi telah menetapkan dua tersangka korupsi bantuan sosial (bansos) kambing dan domba. Budidaya kambing dan domba oleh 100 kelompok tani disebut terus berjalan, tapi tahun ini mereka mesti menyediakan pakan ternak secara mandiri.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Herbert Suyanto Wilprit Panjaitan mengatakan, budidaya kambing dan domba masih berjalan. Ia berharap ratusan kelompok tani tersebut membudidayakan kambing dan domba dengan maksimal.


“Perihal program budidaya itu masih tetap berjalan, tidak terpengaruh sama sekali dengan proses hukum yang dihadapi,” katanya, Kamis (5/1).

Akhir tahun kemarin kata Herbert, kambing hasil budidaya diklaim bertambah lebih dari 100 ekor. Disamping jumlahnya yang bertambah, ada juga kambing yang mati selama satu tahun kebelakang, meskipun ia mengaku tidak hafal detail angka keduanya. Tahun lalu, pakan ternak diberikan kepada kelompok tani, dari pemerintah kota. Tapi tahun ini, tidak ada lagi alokasi anggaran untuk mensuplai pakan ternak kepada ratusan kelompok tani tersebut.


“Tahun ini kelihatannya tidak lanjut (distribusi pakan), diharapkan kelompok tani bisa mandiri,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kejari Bekasi Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Bansos Kambing

Meskipun tidak lagi mendapat bantuan dalam bentuk pangan, namun DKP3 berkomitmen untuk rutin memonitoring dan memberikan layanan kesehatan kepada hewan ternak. Di pertengahan tahun ini, kambing dan domba yang diberikan kepada masyarakat genap dua tahun. Sesuai dengan Keputusan Wali Kota Bekasi (Kepwal), kelompok tani bisa memanfaatkan kambing dan domba, dengan cara dijual atau cara lainnya.

“Betul, pertengahan tahun (2023), dijual atau bisa menghasilkan nilai ekonomi ke mereka,” tambahnya.

Diketahui, awal peluncuran Bansos ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat, dimulai pada  2021. Saat itu, setiap kelompok tani mendapatkan 11 ekor kambing atau domba untuk dibudidayakan. Selain kambing atau domba, pemerintah kota juga membangun kandang di tiap lokasi, serta pakan ternak. (sur)