Cecep Noor Dianggap Tak Komunikatif

Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi Cecep Noor.

RADARBEKASI.ID, BEKASI  – Ketua Fraksi Madani DPRD Kabupaten Bekasi Cecep Noor dianggap tak komunikatif dalam memimpin. Para anggota merasa tak pernah dianggap keberadaannya, sehingga memilih keluar dari anggota fraksi.

“Kita ingin kerja sudah maksimal terkait fungsinya. Karena corongnya DPRD itu kan fraksi. Kesimpulannya, kurang komunikasi terhadap partai-partai lain yang ada di dalam Fraksi Madani,” ungkap ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bekasi Budiono.


Menurutnya, dengan kondisi tersebut muncul ketidaknyamanan dalam tubuh fraksi gabungan. Walaupun sebenarnya kata Budiono, pro dan kontra merupakan hal yang wajar.Saat ini, Budiono yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ini mengaku, masih melakukan penjajakan terhadap fraksi-fraksi yang ada.

“Kalau terkait mau gabung, kita ke fraksi mana pun ingin bergabung. Tapi akan lihat dulu posisi kita walaupun hanya satu kursi. Nanti di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) adanya dimana, itu kan harus kita pikirkan,” tuturnya.


Saat ini dirinya akan melihat terlebih dulu Tata Tertib (Tatib). Apabila di dalam aturan Tatib memperbolehkan pindah, dirinya akan melakukan mengevaluasi Fraksi Madani.

“Tatib pasal 76 ayat 6, perpindahan fraksi tidak merubah atau menghapus fraksi yang ada. Kalau memang Tatibnya memperbolehkan, otomatis Fraksi Madani akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

BACA JUGA: Fraksi Madani Terancam Bubar

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Mohamad Nuh menuturkan, jumlah anggota setiap fraksi harus lebih dari empat orang. Misalkan satu fraksi jumlah anggotanya di bawah empat orang, secara otomatis akan bubar. Perihal beberapa partai politik akan keluar dari Fraksi Madani, kata Nuh, itu tidak tergantung amanat penugasan dari partainya masing-masing.

“Intinya jumlah anggota fraksi harus lebih dari empat. Kalau kurang dari itu berarti fraksinya bubar. Tinggal nanti mencari fraksi-fraksi yang sudah terbentuk untuk bergabung,” ucap Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sekarang ada tujuh fraksi di DPRD Kabupaten Bekasi, apabila hilang satu maka tersisa enam. Menurutnya, anggota fraksi yang akan keluar bakal memberikan surat pemberitahuan ke pimpinan DPRD. Sejauh ini Nuh mengaku, baru melihat surat pemberitahuan dari Partai NasDem, perihal pengunduran diri dari Fraksi Madani.

“Saya baru lihat dari Bang Warja, Partai NasDem. Kalau yang lain belum lihat. Untuk Partai NasDem memintanya ke Fraksi PKS,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Madani Cecep Noor, masih  enggan menanggapi mengenai kepergian ketiga partai tersebut. “Saya belum dapat informasi mengenai itu,”singkatnya.

Diketahui, Fraksi Madani merupakan gabungan dari empat partai politik yang perolehan kursi legislatif pada pemilu tahun 2019 lalu di bawah empat. Seperti PKB satu kursi, Perindo satu, dan NasDem satu. Sedangkan PPP mempunyai dua kursi, yang kemudian menguasai fraksi tersebut dengan menempatkan Cecep Noor sebagai ketua. Namun saat ini ketiga partai sepakat keluar, dan Fraksi Madani terancam bubar. (pra)