Pengurus PKS Kabupaten Bekasi Harus Aktif di Medsos dan Kekinian

PODCAST: Reporter Radar Bekasi Karsim Pratama (kiri) podcast bersama Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Budi Muhammad Mustafa (kanan) di Studio Podcast Radar Bekasi, Jumat (13/1/2023).

RADARBEKASI.ID, BEKASI DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bekasi meminta para pengurusnya untuk aktif di media sosial (medsos) dan kekinian.

“Pengurus harus aktif di medsos dan kekinian juga,” ujar Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi Budi Muhammad Mustafa.


Hal itu dikatakan Budi saat podcast bersama reporter Radar Bekasi Karsim Pratama di Studio Podcast Radar Bekasi, Jumat (13/1/2023). Lebih lanjut dikatakan Budi, pengurus penting melek medsos dan kekinian agar dapat merubah pandangan sebagian masyarakat yang menganggap PKS sebagai partai dari para orangtua.

Budi menegaskan, partai yang dipimpinnya saat ini merupakan partai anak muda.


“Jadi jangan khawatir, PKS dikatakan partainya orangtua. Insya Allah nggak, tetap partainya anak muda,” ucapnya.

Saat ini, kata Budi, kepengurusan PKS Kabupaten Bekasi banyak diisi oleh anak-anak muda, terutama anggota bidang. Namun demikian, para senior harus tetap ada untuk membimbing para muda-muda tersebut. Pada Pemilu 2024, Budi mengungkap, sudah menempatkan para caleg milenial di setiap daerah pemilihan (dapil).

“Kita memasukan caleg-caleg milenial di setiap dapil. Insya Allah ceruk-ceruk milenial bisa kita dapatkan,” ucapnya.

BACA JUGA: PKS Gabung 8 Parpol di Darmawangsa, Ini Penjelasan Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Menurutnya, ada tiga wadah atau sayap partai khusus yang sudah disiapkan untuk para milenial. Seperti, PKS Muda, Gema Keadilan, dan Garuda Keadilan. Untuk sekarang dirinya memastikan, ketiga sayap partai ini diisi oleh para milenial.

“Itu anak muda semua isinya. Ketiga sayap itu kepengurusan sudah lengkap dan kegiatan juga banyak. Tapi tetap kita bina keislamannya, agar tidak melupakan dasar dan akar orangtua mereka,” katanya.

Target yang diusung pada Pileg 2024 dua kali lipat dari pencapaian sekarang. Di Pileg 2019 PKS mendapat sepuluh kursi. Sedangkan untuk di Pileg 2024, PKS memasang target 20 kursi. PKS mengejar target capaian kursi dua kali lipat agar dapat mengusung calon kepala daerah sendiri tanpa koalisi pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bekasi 2024.

Ia tidak memungkiri bahwa banyak yang beranggapan bahwa target tersebut tak realistis. “Namanya target harus tinggi. Kalau nggak tinggi, namanya bukan target. Itu target utamanya. Makanya kita harus punya kursi yang memadai untuk mencalonkan sendiri kader kita,” ungkap Budi yang merupakan pengurus KONI Kabupaten Bekasi ini.

Dirinya menilai, pada saat Pileg 2014 harapan masyarakat kepada PKS cukup besar. Kemudian, pada Pileg 2019 harapan tersebut semakin besar kepada PKS. Hal terlihat dari perolehan kursi legislatif yang terus meningkat, dari enam menjadi sepuluh.  Oleh karena itu dirinya optimis, dengan semua yang sudah dikerjakan oleh para kader di DPRD dan PKS secara umum, bukan tidak mungkin bisa tercapai 20 kursi.

“Kami punya keyakinan, PKS di 2024 bukan tidak mungkin akan mencapai target 20 kursi legislatif di Kabupaten Bekasi. Mudah-mudahan keinginan dan harapan masyarakat kepada PKS bisa tersalurkan,” ucapnya. (pra).