Polisi Buru Suami Korban

ILUSTRASI: Warga melintas di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bantargebang Kota Bekasi tempat korban NA dan MDS masih dirawat akibat dugaan keracunan. Sedangkan korban lainnya AM,RA MR meninggal pada Kamis (12/1) dan jasadnya sudah dimakamkan di Cianjur, Jumat (13/1).RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Polres Metro Bekasi Kota masih memburu keberadaan suami korban AM yang menghilang usai kejadian ditemukannya satu keluarga diduga keracunan di Ciketingudik RT 002/RW 003 Bantargebang, Kota Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap suami AM.


Sejauh ini, kata Hengki pihaknya belum menemukan keberadaan suami AM, “Kami akan hubungi, akan cari, karena sampai sekarang belum ada data yang bersangkutan sedang berada di mana,” ucapnya.

Sebelumnya, tetangga korban Ami (60) menceritakan jika AM izin akan dijemput suaminya sebelum kejadian pada Kamis (12/1) lalu. “Selesai nonton bola, dia bilang, emak saya mau pamit, malam mau pulang mau dijemput suami,” katanya


Ami mengatakan sehari-hari keluarga korban, AM (40) dan anaknya RA (23),MR(17) sering datang ke kediamannya untuk menonton TV, “Iya dia kalau nonton TV kesini, soalnya kan di rumah (kontrakan) sana enggak ada apa-apa,” jelasnya

Saat ini polisi sudah memeriksa tujuh saksi mulai dari pemilik kontrakan, tetangga, ketua RT, pemilik warung, suami pemilik kontrakan (JD) hingga mantan suami AM.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan saksi, ada tujuh orang, baik yang tinggal di sekitar rumah kontrak, pemilik kontrakan maupun pemilik warung yang diinformasikan dari yang masih hidup,” ungkapnya

Hengki menjelaskan mantan suami AM pun sudah diperiksa, “Sudah kami periksa, karena selain mantan istrinya tapi juga ayah kandung korban,” katanya

Sementara itu, dua korban atas nama MDS dan NA yang masih terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah Bantargebang Kota Bekasi kondisinya sudah mulai membaik.

“Sementara yang di ruang ICU (MDS) tinggal menggunakan selang melalui hidung, tidak melalui mulut lagi dan sudah mulai bisa berbicara tinggal mungkin menunggu pemulihan,” ucapnya

Lanjut Hengki mengatakan atas nama NA umur 5 tahun juga sudah mulai membaik kondisinya. “Dia sudah bisa buka HP main game, namun belum bisa diajak komunikasi,” ujarnya

Pihaknya, imbuh Hengki akan terus berkoordinasi dengan RSUD untuk mengetahui kelanjutan kondisi korban.

“Dari Satreskrim akan berkoordinasi dengan RSUD terkait kondisinya, kalau memang sudah membaik nanti baru kami mintai keterangan terkait dengan adanya kejadian yang sedang kita tangani,” jelasnya

Lanjut Hengki, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa apakah ini merupakan tindak pidana atau bukan tindak pidana.

“Artinya bisa saja kalau bukan tindak pidana karena sesuatu hal yang tidak diizinkan, atau memang ada unsur kesengajaan dan lain-lain,” jelasnya

Hingga saat ini Polisi masih menunggu hasil laboratorium forensik penyebab satu keluarga diduga keracunan tersebut.

“Menunggu hasil laboratorium, masih diperiksa, kita tunggu dalam seminggu ini mudah-mudahan cepat,” tandasnya.

Diketahui satu keluarga ditemukan tergeletak di dalam rumah kontrakan yang baru ditinggali dua pekan di Ciketingudik, Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (21/1).

Kelima penghuni rumah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Bantargebang. Kondisi terakhir, tiga diantarnya meninggal dunia, yakni AM (40) merupakan ibu dari NR, RA (23) dan MR (17) merupakan saudara tiri NR (5) anak korban yang ditemukan dalam keadaan sadar ketika ditemui warga.

Selain NR ada MDS (34) yang masih menjalani perawatan. MDS diketahui ipar dari korban AM Keduanya masih dirawat di RSUD tipe D Bantargebang. (rez)