Petani Anggur Ditantang Ciptakan Varietas Lokal

LIHAT KEBUN: Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, melihat kebun anggur milik salah satu warga, di White Garden Store, Kelurahan Wanasari, Cibitung,Kabupaten Bekasi. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan anggur khas Kabupaten Bekasi, salah satu petani anggur, Robi Mudani, akan mencoba menciptakan varietas lokal.

“Kami akan mencoba menciptakan varietas lokal, supaya anggur yang ditanam bisa menjadi khas di Kabupaten Bekasi. Dengan sendirinya, dapat menumbuhkan ekonomi bagi masyarakat,” ucap Robi, di White Garden Store, Kelurahan Wanasari.


Ia mengaku, dukungan dari pemerintah daerah selama enam bulan belakangan ini sangat membantu perkebunan untuk bisa bangkit, setelah sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.

Menurut Robi, keberadaan perkebunan tersebut, bisa menampung warga untuk bekerja. Dan untuk hasil panennya, memang belum terlalu banyak dalam memenuhi kebutuhan pedagang anggur di Kabupaten Bekasi.


Namun demikian, sebagai warga masyarakat, dirinya terus berusaha untuk melakukan inovasi dengan membuat kebun berkonsep organik. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi sejumlah orang.

Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, setelah melihat kebun yang cukup luas itu, meyakini buah anggur yang dihasilkan bisa menjadi komoditas unggulan, karena memiliki potensi nilai jual yang baik di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dia juga memberi tantangan kepada para petani, untuk membuat varietas anggur lokal, agar bisa menjadi ciri khas anggur dari Kabupaten Bekasi.

“Jika ditekuni, petani anggur bisa hebat, menjadi sumber ilmu. Saya juga memberi tantangan untuk membuat varietas anggur lokal, biar nanti ada anggur khas asal Kabupaten Bekasi,” harapnya.

Sementara Lurah Wanasari, Sarkum mengatakan, Kelurahan Wanasari turut mendukung program yang dijalankan oleh para petani anggur. Dia yakin kegiatan ini dapat dijadikan role model bagi masyarakat di Kelurahan Wanasari.

Dengan keterbukaan informasi dan edukasi yang diberikan oleh petani modern ini, tentu akan sangat bermanfaat untuk mengalihfungsikan pekarangan rumah dengan tanaman yang bernilai ekonomis.

“Kami tahu bahwa di perkebunan ini ada beberapa jenis anggur, termasuk juga anggur dari luar negeri yang dapat tumbuh subur. Jadi, saya mendorong agar masyarakat dapat mengimplementasikannya di rumah, agar dapat menjadi hobi bercocok tanam yang memiliki nilai ekonomi,” ucap Sarkum. (and)