10 Orang Tewas Imlek Berdarah di Los Angeles, Pelaku Bunuh Diri saat Ditangkap Polisi

Ilustrasi penembakan (pixabay).

 

RADARBEKASI.ID, LOS ANGELES – Puluhan orang jadi korban dalam insiden penembakan berdarah di Los Angeles. Terduga pelaku nekat bunuh diri saat akan ditangkap polisi setempat.


Penembakan berujung 10 korban tewas itu terjadi di sebuah kelab malam pada Sabtu malam (21/1/2023) waktu setempat, dikutip dari Jawapos.com.

Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden penembakan di sebuah kelab malam dekat Kota Los Angeles, Negara Bagian California, pada Sabtu malam (21/1) waktu setempat, dikutip dari ANTARA.


BACA JUGA: Penembakan Brutal, 22 Anak Tewas di Tangan Pecatan Polisi

“KJRI Los Angeles telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya korban WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha melalui pesan singkat pada Senin (23/1/2023).

Penembakan brutal ini terjadi di tengah-tengah perayaan Imlek yang diadakan di Lai Lai Ballroom & Studio, di dalam kelab yang terletak di Monterey Park dan menewaskan 10 orang.

BACA JUGA: Atraksi Barongsai Show Hibur Pengunjung Summarecon Mall Bekasi  

Selain korban jiwa, 10 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Polisi melaporkan bahwa pelaku, seorang pria Asia, sempat melarikan diri setelah insiden itu terjadi. Ia kemudian bunuh diri ketika polisi hendak menangkapnya pada Minggu (22/1/2023).

Sheriff Los Angeles County Robert Luna mengatakan motif penembakan itu tidak diketahui. Namun, identitas pelaku berhasil didapatkan.

Dia mengidentifikasi tersangka sebagai Huu Can Tran (72), yang memegang pistol dengan magasin berkapasitas tinggi.

Luna mengatakan Tran menodongkan pistol ke dirinya sendiri pada Minggu pagi ketika polisi mendekati sebuah van putih yang dia kendarai di Torrance, sekitar 34 km dari lokasi penembakan di Monterey Park.

Monterey Park, yang terletak di bagian timur Los Angeles, memiliki populasi 61.000 orang dan sekitar 65 persen penduduk adalah warga keturunan Asia, demikian menurut laporan LA Daily News. (rbs)