Politik “Balas Budi”  Akhmad Marjuki untuk Bekasi

PODCAST: Ketua DPD Golkar Kab Bekasi saat podcast bersama reporter Radar Bekasi Karsim Pratama di Studio Podcast Radar Bekasi, belum lama ini. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kehadiran Akhmad Marjuki di gelanggang politik Kabupaten Bekasi tampak begitu dinamis. Sempat jadi kandidat calon bupati Karawang pada Pilkada 2015, Marjuki justru berhasil meraih kursi wakil bupati di sisa jabatan 2017-2022.

Marjuki hadir di Kabupaten Bekasi saat DPD Partai Golkar membuka pendaftaran wakil bupati Bekasi pada 2019 lalu. Pendaftaran dibuka setelah Neneng Hasanah Yasin, sang Bupati Bekasi kala itu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisi itu memaksa (alm) Eka Supria Atmaja yang notabene wakil bupati naik. Kursi Eka yang kosong pun mesti diisi.


Tercatat, sampai waktu yang telah ditentukan ada 18 calon wakil bupati yang mendaftar. Persaingan sengit berlangsung antara Marjuki dengan adik kandung Neneng, Tuti Nurcholifah Yasin dalam pemilihan di DPRD Kabupaten Bekasi. Marjuki berhasil meraih dukungan terbanyak dan ia pun berhak menjabat wakil bupati Bekasi.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, karena kemarin sudah diberikan kesempatan untuk saya mengabdi walaupun durasinya sangat singkat sekali, yakni tujuh bulan,” ucap Marjuki.


Hal itu dikatakan Marjuki saat podcast bersama reporter Radar Bekasi Karsim Pratama di Studio Podcast Radar Bekasi, belum lama ini. Lebih lanjut diungkapkan, dengan waktu pengabdian yang singkat, ia mengaku belum maksimal bekerja. Marjuki berharap, ada kesempatan untuknya kembali mengabdi di Kabupaten Bekasi.

“Saya mohon ke depannya masyarakat Kabupaten Bekasi masih bisa memberikan kesempatan sekali lagi untuk bisa mengabdi,” ucapnya.

BACA JUGA: Marjuki Luncurkan Program ‘Ngabesan Gratis’

Politikus kelahiran Madura ini mengungkapkan, Kabupaten Bekasi telah membangun hidupnya. Sehingga ia merasa berutang budi.

“Semua yang saya punya ini saya dapatkan di Bekasi. Sehingga saya harus berbagi juga di Kabupaten Bekasi. Kan berbagi itu tidak harus dengan memberikan uang, berbagi bisa dengan menyumbangkan pikiran, tenaga, bahkan ide. Apalagi bisa mengabdi di Kabupaten Bekasi. Sebenarnya itu si yang menjadi tujuan, kalau ditanya kenapa harus mengabdi di Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Saat ini, Marjuki yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, masih enggan membicarakan langkah politiknya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  2024. Alasannya, karena harus fokus ke Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

“Kita memang terlalu dini untuk berbicara itu. Partai menginstruksikan kepada seluruh kader-kadernya jangan pernah memikirkan Pilkada dulu. Jadi ada dua agenda besar yang harus kita sukseskan, yaitu Pileg dan Pilpres,” ungkapnya.

“Target 14 kursi memang tidak mudah. Tapi bagi saya tidak sulit juga, sepanjang kita di dalamnya kompak. Kalau tidak kompak, jangkan 14 kursi, untuk mempertahankan tujuh kursi saja aga sulit. Makanya harus kompak,” ucapnya. (pra)