Viral Maskawin Kain Kafan, Ini Alasan Pengantin

Warga Lombok Tengah digegerkan dengan kisah pengantin yang memberi maskawin kain kafan. Pasangan pengantin yang tidak lagi muda itu adalah Mumamhad Hapipi (57) dan Baiq Sri Ratna Wahyuningsih. (dok JawaPos.com )

 

RADARBEKASI.ID, LOMBOK – Viral pasangan pengantin di Lombok Tengah memberi maskawin berupa kain kafan.


Pasangan pengantin yang tidak lagi muda itu adalah Muhammad Hapipi (57) dan Baiq Sri Ratna Wahyuningsih.

Keduanya melaksanakan ijab kabul dan resepsi pernikahan di Lingkungan Kulak Agik, Kelurahan Prapen, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, pada 18 Januari 2023 lalu.


Usut punya usut, permintaan maskawin kain kafan itu ternyata datang dari mempelai wanita. Selain maskawin yang terbilang tak biasa itu, Baiq juga meminta maskawin uang sebesar Rp 2.580.000.

BACA JUGA: Kirim Pesan WA ke Perempuan Diduga Selingkuhan Suami, Sabrina Vanesha De Vega Didakwa Melanggar UU ITE

Muhammad Hapipi mengungkap, awalnya ia kaget karena calon istrinya meminta maskawin kain kafan.

“Saya bertanya, mahar apa yang kamu minta. Langsung dia menjawab seperangkat kain kafan,” ucap Muhammad Hapipi.

Padahal, ia juga sudah menawarkan berbagai maskawin dalam bentuk lain kepada calon istrinya itu tapi tetap ditolak.

“Saya kaget. Saya tawarkan berkali-kali gak ada yang lain atau bisa diganti yang itu. Dia tetap minta main kafan,” ungkap Hapipi.

Baiq lantas menjelaskan alasan dirinya meminta maskawin kain kafan. Yakni untuk mengingatkan tentang kematian. Bahkan, isterinya meminta agar mahar tersebut ditaruh di tempat yang bisa terus dilihat saat keluar-masuk rumah.

BACA JUGA: Ngemis Online di TikTok Viral, Fenomena Perempuan Mandi Lumpur, DPR RI Minta Take Down!

“Karena kita tidak ada tujuan akhir dari hidup ini katanya adalah kematian,” bebernya.

Selain dirinya, keluarga besar dan orang tua dari istrinya juga kaget. Bahkan, ibu mertuanya sempat merayu istrinya dan menawarkan maskawin selain kain kafan. Akan tetapi, istrinya tetap bersikukuh meminta maskawin kain kafan kepada dirinya.

“Ibunya juga menanyakan, tapi tetap bertahan dengan dasar untuk mengingatkan dengan kematian, agar kita tidak terlalu banyak mengingat tentang harta dan dunia,” terangnya.

Hapipi mengungkap, maskawin uang tunai sejatinya juga bukan atas permintaan istrinya, melainkan dirinya yang ngotot menawarkan.

“Akhirnya dia sanggupi permintaan saya, saya tetap menambahkan maskawin uang tunai Rp 2.580.000 yang coba dikombinasikan dengan tanggal lahirnya, tanggal 2 Mei 1980,” terangnya. (jpc)