Berita Bekasi Nomor Satu

Capaian Vaksinasi Dosis Keempat sudah 20 Persen

SUNTIK VAKSIN: Sejumlah warga menjalani suntik vaksinasi Covid-19, di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Rabu (6/4). Jelang mudik hari raya Idul Fitri 2022, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, terus gencar melakukan vaksinasi Covid-19. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mulai melakukan vaksinasi keempat bagi warga yang sudah menjalani vaksin ketiga.

Setidaknya, saat ini vaksinasi Covid-19 untuk dosis keempat atau booster kedua, telah mencapai 20 persen.

Kendati jumlah kasus terbilang rendah, namun kesadaran warga untuk meningkatkan imun mereka tetap terjaga. Capaian ini bahkan bisa lebih optimal jika ketersediaan vaksin mencukupi.

“Memang kalau ketersediaan vaksinnya banyak, mencukupi, vaksinasi bisa lebih gencar. Tapi karena stoknya sedikit, jadi belum benar-benar maksimal,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alamsyah.

Menurutnya, secara keseluruhan target vaksinasi warga di Kabupaten Bekasi, sebanyak 2,4 jiwa. Mereka merupakan warga dengan usia 18 tahun ke atas. Dengan capaian 20 persen, maka vaksinasi dosis keempat ini telah diberikan kepada sedikitnya 480 ribu orang.

“Untuk ukuran tiga hari vaksinasi, ini sebenarnya terbilang cukup baik. Ini diluar dari tenaga kesehatan (nakes) yang sudah 100 persen, sebanyak 28.000 orang,” tuturnya.

Peningkatan vaksin keempat didukung oleh capaian vaksin dosis ketiga. Alamsyah menjelaskan, hingga awal Februari ini, sebanyak 90 persen warga Kabupaten Bekasi, telah mendapatkan vaksin ketiga. Sehingga mereka tinggal memenuhi kebutuhan vaksin pada dosis keempat.

“Sedikitnya 2,2 juta warga yang sudah divaksin ketiga. Dan ini menjadi modal untuk mengikuti vaksin keempat,” beber Alamsyah.

Mantan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi ini mengakui, kesadaran warga untuk memperoleh vaksin keempat tetap terjaga kendati penyebaran kasus landai. Apalagi, Covid-19 bukan lagi isu yang diperhatikan.

Namun demikian, kesadaran masyarakat harus kembali ditingkatkan, khususnya di wilayah pedesaan.

“Kalau dilihat memang tergantung segmen masyarakatnya. Kalau masyarakat yang sudah educated, mereka mencari, karena belajar dari sebelumnya vaksin itu efeknya bagus. Kalau wilayah pelosok, untuk mendapatkan vaksin keempat belum terlalu banyak,” ujar Alamsyah.

Alamsyah mengakui, vaksin dosis keempat tidak dilakukan dengan cara jemput bola atau penyuntikan massal. Namun demikian, vaksinasi tetap digelar ke seluruh puskesmas dan rumah sakit. Tidak adanya vaksinasi massal, disebabkan karena ketersediaan jumlah vaksin.

Alamsyah mengatakan, saat ini ketersediaan vaksin di Kabupaten Bekasi hanya sebanyak 70 boks. Jumlah tersebut hanya untuk sekitar 28 ribu orang.

“Vaksinnya Pfizer, sama dengan dosis ketiga. Tapi memang jumlahnya terbatas, sehingga tidak bisa dilakukan gebyar vaksin seperti sebelumnya. Sekarang ada 70 boks, nanti katanya hari Jumat tambah lagi, tapi belum tahu berapa,” tuturnya.

Alamsyah berharap, kebutuhan vaksin dapat segera dipenuhi untuk mempercepat proses vaksinasi.

“Jika jumlahnya mencukupi, kami bisa bekerja dengan cepat untuk meningkatkan vaksinasi,” pungkasnya. (and)

Solverwp- WordPress Theme and Plugin