RADARBEKASI.ID, BABELAN – Warga RW 03 Dusun I Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kondisi Kali Gempar yang mengalami pendangkalan karena sedimentasi dan tumpukan sampah. Bila tidak segera dilakukan normalisasi, warga khawatir saat musim hujan nanti bencana banjir tidak terelakkan.
Ketua RT 04/03, Kecamatan Babelan, Oom Komala (52) mengatakan, aparat setempat sudah mengusulkan dalam musyawarah desa untuk dilakukan normalisasikan Kali Gempar. Sebab selain sudah dangkal banyak sampah di Kali Gempar. ’’Kalinya makin dangkal dan sudah lama tidak dinormalisasi,’’ ungkap Oom, Jumat (8/9/2023).
Sungai dengan lebar empat meter itu, lanjut Oom, diperkirakan saat ini kedalamannya hanya sekitar kurang dari satu meter. Sedangkan volume airnya sudah hampir menyamai permukaan jalan. Dengan kondisi seperti ini dikhawatirkan luapan sungai bakal membanjiri pemukiman warga.
BACA JUGA: Bekasi Musim Kemarau, Warga Kedung Pengawas Babelan Ini Justru Kebanjiran, Ini Penyebabnya
Sejauh ini, sambung Oom, untuk melakukan normalisasi Kali Gempar, unit eksavator akan kesulitan menggunakan akses jalan menuju Kali Gempar karena sudah banyak pemukiman warga di sekitar Kali Gempar.
Berbagai upaya dilakukan aparat setempat tingkat RT, yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah di sekitar Kali Gempar. Kenyataannya, masih banyak warga setempat yang melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan pengurus RT.
Oom berharap, masalah Kali Gempar ini mendapat perhatian Pemkab Bekasi. ’’Harapannya, pemerintah menyediakan tempat-tempat untuk penampungan sampah. Lalu ada dinas terkait mengangkut sampah dari sini. Kemudian menormalisasikan Kali Gempar supaya sampah yang ada di sungai tidak mengendap dan aliran air bisa lebih maksimal lagi,” pungkas Oom Komala. (ppl/saidatul)











