Berita Bekasi Nomor Satu

Cuaca Masih Hujan, Perbaikan Jalan di Kota Bekasi Masih Bersifat Sementara

PERBAIKAN: DBMSDA mulai melaksanakan persiapan betonisasi di Jalan Nonon Sonthanie. FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Di tengah lubang yang terus bermunculan di sejumlah ruas jalan, Pemerintah Kota Bekasi dipaksa bergerak cepat dengan perbaikan tambal-sulam demi menjaga keselamatan pengendara. Apalagi jelang arus mudik Lebaran.

Perbaikan permanen belum bisa dikebut karena cuaca masih tak menentu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan masih akan turun hingga Ramadan, sementara awal musim kemarau baru diperkirakan datang pada April–Mei 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan saat ini perbaikan jalan difokuskan pada penanganan sementara di berbagai ruas yang rusak akibat hujan deras dan banjir.

“Baik jalan nasional, provinsi maupun kota, penanganannya masih bersifat sementara karena kondisi cuaca masih hujan,” kata Idi.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi membuat jumlah titik kerusakan terus bertambah, terutama pada jalan berlapis aspal yang mudah terkelupas saat terendam air.

DBMSDA kini berkoordinasi dengan BPBD dan BMKG untuk menentukan waktu yang tepat memulai perbaikan permanen secara masif.

“Kita masih menunggu kepastian kapan curah hujan mulai landai,” ujarnya.

Meski begitu, kesiapan jalan menjelang mudik tetap menjadi prioritas tahunan. Pemkot Bekasi menyiapkan stok aspal untuk menutup lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengendara selama musim hujan.

Pantauan di lapangan, perbaikan sudah dilakukan di sejumlah titik, antara lain Jalan M Hasibuan dan Jalan Nonon Sonthanie. Di ruas terakhir, kerusakan tergolong parah hingga separuh badan jalan sempat ditutup demi proses perbaikan.

Sebelum perbaikan dilakukan, normalisasi saluran irigasi di sekitar lokasi dikerjakan lebih dulu karena tinggi muka air sempat melampaui permukaan jalan.

“Kita upayakan level air di bawah badan jalan supaya tidak lagi melimpas,” kata Plt Sub Koordinator Pemeliharaan Jalan DBMSDA Kota Bekasi, Ridwan Muarif.

Perbaikan di Jalan Nonon Sonthanie mencakup ruas sepanjang sekitar 250 meter dengan lebar 6–9 meter. Metode yang digunakan adalah Beton Fast Track, yang memungkinkan jalan bisa kembali dilalui kendaraan dalam waktu 24 jam setelah pengecoran.

“Fokus kita pada titik-titik yang paling membahayakan agar segera bisa dilintasi dengan aman,” tandas Ridwan.(sur)