RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pemilik lahan yang dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Karang Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, angkat bicara soal temuan cacahan kertas diduga uang rupiah di lokasi tersebut.
Pemilik lahan, Santo, mengatakan bahwa aktivitas pembuangan sampah di lahannya telah berlangsung sekitar enam bulan terakhir.
“Belum lama, baru enam bulan,” ucapnya, Rabu (4/2).
Menurutnya, lahannya dibuka sebagai lokasi pembuangan residu sampah yang dimanfaatkan untuk pengerasan tanah di lahan miliknya seluas dua hektare.
“Kita di sini cuma nerima residunya buat ngurug. Biar untuk pengerasan,” tuturnya.
Santo menjelaskan, sampah tidak datang setiap hari dan umumnya dikemas dalam karung atau plastik berukuran besar. Sebagian besar pasokan sampah disebut berasal dari seorang pengusaha limbah berinisial KS.
“Sampah dari orang inisial KS, pemain limbah,” ujar Santo.
BACA JUGA: Polisi Amankan 21 Karung Berisi Cacahan Kertas Diduga Uang Rupiah di TPS Liar Setu Bekasi
Ia mengklaim tidak memungut biaya maupun membayar pihak pengirim sampah. Menurutnya, sebagian besar sampah berasal dari luar Bekasi, termasuk dari pusat perbelanjaan dan apartemen di Jakarta.
“Kita gak beli, gak dibayar. Kan memang kita butuh pengurugan. Kalau kita pakai biayanya sendiri kan nggak kuat,” tuturnya.
Santo menambahkan, karung yang belakangan diketahui berisi cacahan kertas diduga uang rupiah terakhir kali dibuang ke lokasi tersebut pada awal Januari. Ia baru mengetahui keberadaan cacahan kertas tersebut setelah warga sekitar melakukan pemilahan sampah.
“Terakhir buang waktu itu masih Januari,” katanya. (ris)











