RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban longsor sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Tercatat 13 orang berada di lokasi saat longsor terjadi. Hingga Senin (9/3) sore, enam orang dilaporkan selamat, enam orang meninggal, dan satu orang masih dalam pencarian.
Korban meninggal yang telah teridentifikasi adalah Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), keduanya pemilik warung di sekitar lokasi, Dedi Sutrisno, sopir truk asal Karawang, Irwan Supriatin, sopir truk, Jussova Situmorang (38), warga setempat, serta Hardianto, sopir truk.
Sementara korban selamat antara lain Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet (semua sopir truk), serta Ato dan Dofir (warga setempat). Satu korban yang masih dicari adalah Riki Supriadi alias Buyung, sopir truk.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengatakan tim menemukan dua korban tambahan dalam kondisi meninggal dunia.
“Tadi ditemukan satu korban sekitar pukul 17.50 dan berhasil dievakuasi pukul 18.30 untuk dibawa ke Rumah Sakit Polri,” ujar Desiana.
Korban tersebut ditemukan tertimbun sampah di area selokan atau gorong-gorong yang tertutup material longsoran.
“Korban ditemukan di selokan yang tertutup sampah. Setelah terlihat oleh ekskavator, tim langsung melakukan evakuasi,” jelasnya.
Menurut Desiana, pencarian kini difokuskan pada satu korban yang masih dinyatakan hilang.
Penyisiran dipersempit di sekitar titik ditemukannya beberapa korban sebelumnya.
“Karena beberapa korban ditemukan berdekatan. Ada informasi di lokasi itu terdapat warung tempat orang berkumpul,” katanya.
Ia memastikan operasi pencarian berlangsung 24 jam dengan melibatkan 336 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, PMI hingga relawan.
Selain alat berat, tim juga menggunakan anjing pelacak (K9) serta drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban.
“Tim SAR gabungan melakukan pembukaan akses menggunakan alat berat serta mengerahkan K9 dan drone thermal untuk membantu proses pencarian korban,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Provinsi Jakarta akan menutup sementara Zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pasca longsor kemarin.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan pengiriman sampah dari Jakarta ke TPST Bantargebang pun diminimalkan dan dialihkan ke Zona 3, serta dua titik penampungan sementara yang sedang disiapkan.
“Untuk sementara layanan di Zona 4A ditutup. Pengiriman sampah diminimalkan dan dialihkan ke Zona 3 sambil menyiapkan dua titik baru yang bersifat sementara,” jelasnya.
BACA JUGA: Tangis Keluarga Warnai Pencarian Korban Longsor Sampah TPST Bantargebang
Pramono juga memastikan korban meninggal yang merupakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Sementara biaya pengobatan korban luka ditanggung penuh oleh Pemerintah Provinsi Jakarta.
Ia menambahkan, untuk mencegah dampak lanjutan, pemerintah juga akan segera melakukan normalisasi Sungai Ciketing yang tertutup material sampah akibat longsor.
Pramono menegaskan penutupan hanya dilakukan pada Zona 4A, sementara operasional TPST Bantargebang secara keseluruhan tetap berjalan.
“Yang ditutup hanya Zona 4A. Zona 3 tetap digunakan untuk menampung sampah agar pelayanan pengangkutan sampah Jakarta tidak terganggu,” tandasnya
Hingga Senin malam pukul 20.30 WIB, alat berat masih terus bekerja membongkar gunungan sampah yang runtuh. (rez)









