RADARBEKASI.ID, BEKASI — Warga Kota Bekasi mesti meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Selain potensi pohon tumbang dan kerusakan atap bangunan, warga di wilayah selatan juga perlu mewaspadai ancaman longsor, seperti yang terjadi di Jatisari, Kecamatan Jatiasih.
Tebing pembatas kompleks Pinewood dengan permukiman warga longsor setelah diguyur hujan deras pada Selasa (14/4) sore. Meski panjang longsoran hanya sekitar 5 hingga 10 meter, intensitas hujan yang tinggi memberi tekanan besar pada kontur tanah yang curam.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, mengatakan penanganan sementara tengah disiapkan.
“Kalaupun ada turapnya, turapnya tidak bisa mengcover semuanya karena cukup tinggi. Tadi saya koordinasikan dengan pak camat dan UPTD DBMSDA kemungkinan kita akan buat cerucuk bambu untuk menahan sementara,” kata Latu, Rabu (15/4).
Latu mengaku menerima laporan dari warga pada Rabu pagi. Sebelumnya, warga sempat bergotong royong membersihkan material longsoran yang sempat mencapai teras rumah.
Ia juga mengingatkan bahwa selain kawasan tersebut, masih ada sejumlah permukiman lain dengan kontur tanah curam yang perlu diantisipasi.
“Sehingga kami mengimbau perumahan-perumahan yang kontur tanahnya seperti itu untuk bisa diantisipasi,” ucapnya.
Latu mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, hujan deras dan angin kencang belakangan ini telah menyebabkan pohon tumbang, papan reklame roboh, hingga mengganggu kegiatan warga, termasuk acara pernikahan. Ia juga menerima laporan banjir lokal di sejumlah titik akibat intensitas hujan yang tinggi.
Menyikapi cuaca yang tidak menentu, ia mempersilakan masyarakat melaporkan setiap kejadian di lingkungannya kepada Komisi II. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), untuk merespons keluhan warga secara cepat.
“Begitupun kami komunikasikan dengan pemangku wilayah baik camat maupun lurah pada saat terjadi longsor kali ini. Kami juga ingin respon cepat ini dilakukan oleh wilayah-wilayah lain, sehingga warga merasa nyaman karena aduannya bisa langsung ditangani,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menyampaikan bahwa wilayah selatan seperti Pondok Melati, Rawalumbu, dan Jatiasih memang rawan longsor akibat perbedaan kontur tanah yang cukup ekstrem.
“Karena perbedaan tinggi (dataran) yang drastis, begitu hujan deras rawan longsor. Itu yang membuat longsor,” katanya.
Ia menyampaikan petugas di wilayah telah memetakan titik potensi longsor. Idi menegaskan pihaknya dalam kondisi siaga untuk menerima laporan dari masyarakat.
Selain itu, ia menyebut upaya pencegahan di beberapa titik telah dilakukan dewasa ini.
“Begitu ada informasi potensi longsor langsung kita tangani supaya tidak meluas. Beberapa titik yang sudah mendekati longsor telah kita tangani untuk pencegahan,” ucapnya.
Terkait dengan peristiwa longsor di wilayah Jatisari kemarin, petugas telah melakukan penanganan sementara di lokasi.
“Prinsipnya kita sudah memiliki tim URC, kita sudah memiliki alat berat sendiri, sehingga untuk kedaruratan kita bisa jalan dulu,” tambahnya. (sur)











