Berita Bekasi Nomor Satu

Total Korban Tabrakan Kereta 106 Penumpang, Menhub: 15 Meninggal, 91 Luka

KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang mengalami kerusakan parah setelah ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan pembaruan jumlah total korban tabrakan antara KRL Commuter Line relasi Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

“Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan jumlah penumpang sebagaimana yang kami update di hari sebelumnya, pada hari ini kami ingin menyampaikan bahwa jumlah penumpang yang menjadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka adalah sejumlah 106 penumpang,” ujar Menhub di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Ia merinci, korban meninggal dunia berjumlah 15 orang, sedangkan 91 lainnya mengalami luka. Dari jumlah korban luka itu, 38 penumpang telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Harapan kami bahwa sisanya mudah-mudahan bisa segera diberikan kesembuhan dan bisa kembali ke rumah berkumpul bersama keluarga,” imbuhnya.

Berdasarkan kronologi awal Kementerian Perhubungan, insiden bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper taksi listrik berwarna hijau di perlintasan sebidang JPL 85. Rangkaian tersebut kemudian dievakuasi dan ditetapkan sebagai perjalanan luar biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal.

Dampak kejadian itu, petugas menghentikan satu rangkaian KRL lain dengan kode PLB 5568 tujuan Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga akhirnya menabrak KRL PLB 5568 yang tengah berhenti. (oke/sur)