RADARBEKASI.ID, BEKASI — Proyek pembangunan infrastruktur tahun 2026 di Kabupaten Bekasi mengalami keterlambatan. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur yang layak semakin mendesak.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, Mustakim, mendesak agar pembangunan infrastruktur segera dijalankan. Sebab, hingga Juni 2026 belum ada satu pun proyek yang berjalan, termasuk di daerah pemilihannya di Dapil IV Kabupaten Bekasi.
“Saya mendorong pembangunan infrastruktur agar secepatnya bisa terlaksana, karena biar bagaimana pun masyarakat (konstituen) yang ada di wilayah pasti bertanya ke setiap anggota dewan yang hari ini menjabat,” ujar Mustakim, kepada Radar Bekasi, Selasa (2/6).
Wakil rakyat dari Fraksi Amanat-Perubahan ini mengungkapkan, aspirasi masyarakat saat ini didominasi persoalan infrastruktur. Sejumlah titik di wilayahnya dinilai membutuhkan penanganan segera.
Beberapa di antaranya perbaikan Jalan Cikarang Bekasi Laut (CBL), jalan di kawasan Darmawangsa, hingga Jembatan Karang Satria yang sudah berlubang dan memicu kecelakaan. Selain itu, kondisi jalan di wilayah Sukawangi, Sukatani, dan Tambelang juga menjadi sorotan warga.
“Saya ingin yang krusial-krusial itu saya ingin secepatnya diperbaiki. Pada intinya saya anggota dewan di Komisi III menginginkan infrastruktur cepat dijalankan,” ucapnya.
Tak hanya soal jalan dan jembatan, Mustakim juga menyoroti pentingnya pemagaran sekolah. Menurut dia, kasus pencurian dan pembobolan sekolah belakangan marak terjadi karena pagar sekolah belum memadai.
“Termasuk pemagaran sekolahan yang kemarin ada beberapa sekolahan di wilayah saya ada yang kehilangan, terus sepeda anak-anak hilang, karena pemagaran belum full,” ucapnya. (pra)











