Berita Bekasi Nomor Satu

Banjir Tahunan di Pondokmelati Segera Teratasi

TINJAU: Camat Pondokmelati Cecep Miftah Farid saat memantau lokasi rencana pembuatan polder air. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harapan warga untuk terbebas dari ancaman banjir mulai menemukan titik terang. Pemerintah Kecamatan Pondokmelati menyiapkan pembangunan polder air di RT 02 RW 04 Kelurahan Jatimelati sebagai solusi menampung limpasan air hujan yang selama ini kerap memicu genangan di kawasan sekitar.

Rencana pembangunan itu ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung lokasi oleh Camat Pondokmelati Cecep Miftah Farid bersama Ketua RT 02 RW 04, Ketua BKM, Sekretaris Kelurahan Jatimelati, serta jajaran staf kelurahan, Sabtu (6/6).

Cecep mengatakan, keberadaan polder air diharapkan mampu mengurangi risiko banjir, khususnya yang kerap mengancam kawasan Perumahan Spring Garden dan lingkungan sekitarnya.

“Rencana pembangunan polder air ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam mengurangi risiko banjir, khususnya di kawasan Perumahan Spring Garden,” ujarnya.

Menurutnya, fungsi polder tidak hanya sebagai sarana pengendali banjir. Kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi ruang publik dan destinasi wisata lingkungan yang dapat dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jatimelati.

“Harapannya kawasan ini dapat berkembang menjadi ruang publik dan wisata lingkungan sehingga memberikan manfaat lebih bagi warga dan lingkungan sekitar,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, pihak kecamatan memastikan lokasi yang diusulkan memiliki kapasitas dan potensi untuk menjadi area tampungan air saat curah hujan tinggi.

“Kami meninjau langsung lokasi untuk memastikan area yang ditunjuk benar-benar memiliki potensi sebagai tempat penampungan air,” jelas Cecep.

Ia menegaskan, pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan polder tersebut karena dinilai mampu menjadi infrastruktur penting dalam mengendalikan banjir di wilayah Pondokmelati.

Sebelum pembangunan dimulai, proses pembebasan lahan terlebih dahulu akan dilakukan oleh dinas terkait melalui mekanisme pembahasan dan pemberian ganti rugi kepada pemilik lahan yang terdampak.

“Nanti dinas terkait akan melakukan pembahasan dan ganti rugi terhadap warga yang memiliki lahan. Kita berharap rencana pembangunan polder air dapat terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” ungkapnya.

Cecep menambahkan, dukungan masyarakat menjadi modal penting agar proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.

“Kita berkomitmen mengawal hingga pembangunan polder air dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Jatimelati,” tandasnya. (pay)