RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, melakukan audiensi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia dalam rangka dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur strategis daerah. Pertemuan tersebut berlangsung di Menara Bappenas, Jakarta Selatan, Senin (8/6).
Usai pertemuan, Asep Surya Atmaja menyampaikan bahwa pembahasan dengan Bappenas difokuskan pada sinkronisasi pembangunan daerah dengan sejumlah Program Strategis Nasional yang tengah berjalan di Kabupaten Bekasi.
Selain membahas sinkronisasi program, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk mendukung posisi Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.
“Kabupaten Bekasi memiliki kawasan industri yang sangat besar. Yang kita butuhkan saat ini adalah dukungan infrastruktur tambahan agar pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengusulkan dukungan pembiayaan pembangunan melalui pemerintah pusat, termasuk kebutuhan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi perhatian daerah.
Meski peluang dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dinilai cukup terbatas, ia mengatakan bahwa pihaknya tetap mendapatkan berbagai arahan dan masukan strategis dari Bappenas terkait skema pendanaan serta langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bekasi.
“Kami mendapatkan banyak arahan terkait kebutuhan pembangunan daerah dan berbagai alternatif yang dapat ditempuh untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.
Selain infrastruktur jalan dan kawasan penunjang industri, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyampaikan kebutuhan penanganan saluran air dan pengendalian banjir yang hingga kini masih menjadi tantangan, mengingat posisi Kabupaten Bekasi berada di wilayah hilir daerah aliran sungai.
Adanya curah hujan yang tinggi di wilayah hulu kerap berdampak pada meningkatnya debit air yang mengalir ke Kabupaten Bekasi sehingga menurutnya diperlukan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan sungai dan saluran air secara terintegrasi.
“Kami menyampaikan kebutuhan normalisasi sungai dan kali yang sudah mengalami pendangkalan agar kapasitas aliran air dapat kembali optimal dan risiko banjir dapat diminimalkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mengusulkan penanganan sejumlah perlintasan kereta api yang saat ini menjadi titik kemacetan di beberapa wilayah. Ia menambahkan bahwa peningkatan konektivitas dan keselamatan transportasi menjadi salah satu kebutuhan penting seiring tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Bekasi.
Melalui audiensi tersebut, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing daerah, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
“Kami juga menginginkan adanya solusi untuk beberapa lintasan kereta yang saat ini cukup padat dan menjadi penyebab kemacetan di sejumlah kawasan,” ungkapnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional beserta jajaran, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta perangkat daerah terkait di Pemerintah Kabupaten Bekasi.(and/*)











