Berita Bekasi Nomor Satu

Cegah Penyebaran Tuberkulosis, Warga Kontak Erat Pasien Jalani Skrining di Puskesmas Perumnas II

Warga yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien Tuberkulosis (TB) menjadi sasaran skrining di Puskesmas Perumnas II pada Sabtu (26/9/2026). FOTO: SURYA BAGUS/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah memperkuat pencegahan Tuberkulosis (TB) melalui skrining di lingkungan masyarakat, khususnya mereka yang kontak erat dengan pasien. Akhir pekan kemarin, skrining dilakukan oleh Puskesmas Perumnas II di kantor Kelurahan Kayuringin Jaya.

Warga dari beberapa lingkungan RW, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berdatangan sejak pagi untuk menjalani skrining TB. Dalam skrining tersebut dilakukan pemeriksaan dahak. Warga yang terdeteksi terpapar TB akan menjalani pengobatan di Puskesmas.

“Kita lakukan pemeriksaan dahak. Kalau terdeteksi pasien dengan TB akan diproses, kemudian menjalani pengobatan di Puskesmas,” ungkap Kepala Puskesmas Perumnas II, Herawaty Minuanna Simanjuntak.

Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi warga yang terpapar TB sejak dini. Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga Oktober mendatang.

Pelaksanaan tracing di kantor Kelurahan Kayuringin Jaya kemarin merupakan kegiatan yang ketiga kalinya. Pihak Puskesmas dalam hal ini berkeliling wilayah dengan dibantu Kader Posyandu dan Kader TB yang ada di lingkungan masyarakat. Di setiap lokasi, tracing dilakukan untuk masyarakat di beberapa lingkungan RW.

Selain tracing TB, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis di lokasi.

“Selain skrining TB, di sini juga dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis seperti gula darah, tensi. Dilaksanakan mulai dari anak-anak hingga dewasa,” tambahnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Arum, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kota Bekasi sendiri ditarget melaksanakan tracing di 499 titik, dengan setiap titik menyasar 100 orang.

Program ini, menurutnya, selaras dengan semangat Presiden Prabowo Subianto meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya mencegah penyebaran TB. Target utama kegiatan ini menyasar warga yang kontak erat dengan pasien TB.

“Supaya terdeteksi mereka yang sering kontak erat dengan pasien TB ini tertular atau tidak, sehingga kalau ada gejala bisa cepat dilakukan pengobatan,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung di seluruh wilayah Kota Bekasi ini telah berjalan sejak akhir Agustus lalu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menekan bertambahnya kasus TB serta mempercepat penanganan pasien. Ia juga menyarankan agar pasien patuh mengonsumsi obat selama fase pengobatan.

“Untuk pasien TB itu kan memang harus minum obat dan itu tidak boleh putus, supaya sembuh,” tambahnya.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat, terutama mereka yang kerap kontak erat dengan pasien, untuk menerapkan pola hidup sehat seperti menggunakan masker. Ia juga mengingatkan kepala keluarga untuk memastikan ventilasi udara di rumah dalam kondisi baik. (sur/adv)