Berita Bekasi Nomor Satu

Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai Persiapkan Siswa Belajar di Mesir

Pengurus Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai bersama delegasi Republik Arab Mesir saat kunjungan ke SMP Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama, Kota Bekasi.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai mempersiapkan siswa sekolah Islam Al Azhar di bawah naungannya untuk mendapat kesempatan belajar di Mesir.

Program tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama pendidikan dengan Majelis Tinggi Urusan Islam Kementerian Waqaf Republik Arab Mesir melalui Internasional Islamic Learning Program (IILP).

Kerja sama pendidikan tersebut kembali diperkuat melalui kunjungan delegasi Republik Arab Mesir ke SMP Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama, Kota Bekasi. Dalam kunjungan itu, pelayanan dan situasi belajar mengajar di sekolah mendapat pujian.

Kedua pihak juga berkeinginan untuk saling memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan Islam. Salah satunya melalui kolaborasi di bidang akademik yang memungkinkan siswa mengikuti pembelajaran di Mesir dalam kurun waktu tertentu.

“Di dalamnya itu ada beberapa kegiatan atau kolaborasi, salah satunya akademik Collaboration. Artinya kolaborasi di bidang akademik seperti anak kami bisa bersekolah disana dalam kurun waktu tertentu untuk Stay, merasakan Vibes untuk sekolah disana, atau sebaliknya,” ungkap Ketua Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai, Mohammad Syafiudin, Selasa (29/9/2026).

BACA JUGA: TelkomGroup Perkuat Sinergi dengan Yayasan Al Muhajirien Jakasampurna dalam Digitalisasi Pendidikan

Pihaknya akan segera mempersiapkan kolaborasi di bidang akademik tersebut dengan maksimal. Selain penguatan nilai keislaman, program IILP juga memberikan pengalaman pertukaran budaya bagi siswa.

“Harapan kami ini bisa terwujud dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

Rencananya, tahun ini sebanyak 11 siswa SMP Islam Al Azhar 9 Kemang Pratama akan diberangkatkan ke Mesir.  Siswa tersebut direncanakan berada di Mesir selama 10 hari untuk mengikuti pembelajaran, serta melaksanakan perjalanan ibadah umrah sebelum kembali ke Indonesia.

“Kami akan lebih memperkuat lagi. Bukan hanya 11 orang, 15 orang, atah 20 orang, tapi seluruh pelajar Al Azhar yang di bawah naungan Yayasan Waqaf Al-Muhajirien Jakapermai dalam hal ini bisa berangkat kesana,” ujar Syafiudin.

Syarifudin berharap program ini akan memperkuat kualitas pendidikan dan nilai keislaman siswa. Terlebih, Mesir memiliki kekuatan pendidikan keislaman sebagai salah satu peradaban tertua.

“Kami berharap anak-anak kami pondasi keislamannya lebih kuat. Apapun keinginan atau cita-citanya itu tidak akan lepas dari akar keislaman,” tambahnya. (sur)