RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pendukung Industri sebagai salah satu fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Bea Cukai Bekasi pada Kamis (24/9/2026) sampai Jumat (25/9/2026) memanfaatkan kesempatan untuk mengunjungi UMKM binaan, yakni CV Prima Jaya dan CV Afiyah Dunara di Kota Bekasi.
Terhadap kedua UMKM tersebut, Bea Cukai Bekasi memberikan asistensi untuk tujuan ekspor.
“Meskipun Pensiun, Tetap Produktif dan Berkarya”. Motto itu tidak hanya wacana bagi Helmiati Wahas, seorang pensiunan dari sebuah perusahaan pabrik kosmetik sekaligus owner CV Prima Jaya. Ia berhasil berbisnis dan mengekspor rendang ke Selandia Baru. Dalam waktu dekat, ia berencana mengembangkan sayapnya dengan melakukan ekspor ke Australia.
“Para pembeli adalah WNI yang rindu dengan masakan Indonesia,” ucapnya.
Di bawah brand “Rendang Oma Keenan”, Helmiati telah menciptakan berbagai hidangan siap saji dalam kemasan, seperti berbagai macam varian rendang, cumi sambal balado hijau, dan baru-baru ini keripik singkong kotak yang dapat disantap sebagai camilan.
CV Citra Prima (Rendang Oma Keenan) merupakan salah satu UMKM binaan di bawah KPPBC Tipe A Bekasi, yang telah memulai bisnis sejak 2017 dan kegiatan ekspor sejak 2021, baik secara offline maupun online.
Meskipun demikian, dalam menjalankan penjualan, dalam hal ini secara online, terdapat tantangan pemasaran terhadap pembeli baru dan ketergantungan pada penggunaan marketplace.
Sedangkan untuk penjualan ekspor, sangat diharapkan dukungan pemerintah Indonesia, baik dari sisi legalitas, kemudahan persyaratan komoditas ekspor UMKM, maupun pembinaan untuk UMKM Indonesia.
Saat wabah Covid-19 melanda, dua bersaudari Rita dan Rini sebagai pemilik CV Afiyah Dunara awalnya mendirikan coworking space untuk disewakan sebagai tempat work from home bagi masyarakat untuk bekerja saat aturan social distancing masih berlaku.
Namun, kini usahanya tidak hanya itu. Sebagai pensiunan pegawai, mereka merambah dunia kerajinan yang terinspirasi dari bahan kerajinan kelapa di Yogyakarta.
CV Afiyah Dunara menjual produk kerajinan dari berbagai bahan baku kelapa. Produk yang dijual tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi sudah merambah dunia internasional.
Mulai dari ekspor ke negara mode Prancis, negara seribu kastil Jerman, hingga beberapa negara Uni Eropa lainnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bea Cukai Bekasi ke tempat kami, disini produk kerajinan dan anyaman kami sangat disukai oleh warga negara asing karena estetika dan makna bukan hanya sekedar produk kerajinan,” ujar Rita.
Inisiatif dan pendampingan berkelanjutan dari Bea Cukai Bekasi melalui program pendampingan dari hulu ke hilir, mulai dari tata cara kepabeanan, perizinan, hingga legalitas ekspor.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Bea Cukai Bekasi ini diharapkan dapat terus mendorong UMKM lokal untuk naik kelas dan berani menembus pasar internasional. (*)











