RADARBEKASI.ID,BEKASI– Jajaran pengurus DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten dan Kota Bekasi tidak mempersoalkan hasil survei Poltracking Indonesia periode 14-20 Agustus 2026 yang menempatkan elektabilitas partainya di angka 3,4 persen.
Partai koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran itu pede bakal mendulang suara lebih banyak melampaui hasil survei, dan angka parliamentary threshold di Pemilu 2029 mendatang.
“Kita ketahui bersama, PAN itu kalau hasil survei nasional pada tahapan pemilu-pemilu sebelumnya juga paling 1,7 persen. Nyatanya pada saat pemilu, PAN masuk pada kisaran 7 persen,” ujar Ketua DPD PAN Kabupaten Bekasi, Jamil, kepada Radar Bekasi, Rabu (30/9).
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi itu menilai, hasil survei ini menjadi penyemangat pengurus dan kader untuk bekerja lebih keras lagi, bagaimana melakukan sosialisasi maupun konsolidasi.
“Buat saya ini sebetulnya dijadikan dasar bagaimana kita bekerja lebih keras lagi. Sehingga pada kenyataannya diharapkan tidak seperti hasil survei lagi. Tahu-tahu pas pemilu bisa di angka 7 persen,” ungkapnya.
Perihal parliamentary threshold yang diwacanakan naik di Pemilu 2029 mendatang, dirinya beranggapan, itu menjadi kewenangan pimpinan partainya di tingkat pusat. Sebagai pengurus di tingkat daerah, kata Jamil, pihaknya menunggu instruksi pusat.
“Parliamentary threshold itu menjadi kewenangan pusat, pasti akan melakukan langkah-langkah atau strategi dalam rangka menjawab itu. Kita tinggal menunggu instruksi pusat (DPW dan DPP), mau melakukan langkah-langkah politiknya seperti apa,” ucapnya.
“Buat saya di daerah kita tinggal nunggu saja kebijakan pusat. Pada prinsipnya kita ini pastinya akan satu komando dengan Pak Zulkifli Hasan,” sambung wakil rakyat dari Dapil III itu.
Terpisah, Sekretaris DPD PAN Kota Bekasi, Abdul Muin Hafied, beranggapan hasil survei partainya memang selalu rendah namun pada kenyataannya, hasil dapat melebihi survei dari berbagai lembaga di setiap Pemilu. Artinya, kata dia yang menentukan kerja para kader di daerah.
“PAN juga tidak serta-merta melihat lembaga survei, karena itu juga berdasarkan hasil kerja para kader di daerah-daerah,” tuturnya.
Pada saat perayaan HUT ke-23 PAN, jajaran pengurus pede bisa masuk jajaran tiga besar dalam Pemilu mendatang. Tentunya, optimisme ini kerja keras semua kader dari pusat hingga daerah.
“Jadi kita tetap optimis bahwa Pemilu 2029 kita selalu berada di urutan kelima, dan target ke depan itu kita tiga besar secara nasional,” katanya.
Saat disinggung mengenai wacana parliamentary threshold naik menjadi 5 persen, Anggota DPRD Kota Bekasi itu mengaku tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena berapapun angka parliamentary threshold, tentu sudah jadi keputusan sejumlah pimpinan partai di tingkat pusat.
“Saya optimis bahwa PAN berada di bagian koalisi. Kita tidak terlalu khawatir terkait masalah parliamentary threshold. Lagi-lagi, saya optimis bahwa DPP adalah bagian koalisi dari pada pemerintahan,” ungkapnya. (pra)










