Berita Bekasi Nomor Satu

Warga Cikiwul Diminta Ikut Awasi Orang Asing

SOSIALISASI: Badan Kesbangpol Kota Bekasi memberikan sosialisasi kepada warga Kelurahan Cikiwul dalam mengawasi keberadaan serta aktivitas orang asing. FOTO: ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Keberadaan orang asing di wilayah Kota Bekasi mulai menjadi perhatian aparatur dan warga Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi turun memberikan sosialisasi agar pengawasan tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga melibatkan masyarakat di tingkat lingkungan.

Lurah Cikiwul, Acep Supriyadi, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah preventif untuk memperkuat koordinasi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mengawasi keberadaan serta aktivitas orang asing.

Menurut dia, warga dan aparatur kewilayahan perlu memahami batas kewenangan sekaligus mekanisme pelaporan apabila menemukan aktivitas orang asing yang membutuhkan perhatian.

“Melalui sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya peran serta masyarakat dan aparatur kewilayahan dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Sekaligus memastikan keberadaan orang asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Acep.

Dia menambahkan, Kesbangpol menekankan pentingnya sinergi, koordinasi, dan komunikasi antarpihak. Dengan demikian, setiap informasi terkait orang asing dapat ditangani secara tepat dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pengawasan terhadap orang asing dapat dilaksanakan secara terpadu, proporsional, dan sesuai ketentuan, sehingga dapat mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kota Bekasi,” ujarnya.

Acep mengatakan, masyarakat juga diminta tidak bersikap pasif ketika menemukan hal yang dinilai perlu ditindaklanjuti. Informasi tersebut dapat disampaikan kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur.

Dia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi menjadi bekal bagi warga dan aparatur untuk bersikap sigap sekaligus proporsional dalam menyikapi keberadaan orang asing.

“Ya mudah-mudahan warga dan aparatur saya sigap dalam menyikapi hal-hal yang mencurigakan terhadap orang asing. Semoga sosialisasi ini dapat dimengerti dan bisa menjadi modal pengetahuan warga terhadap orang asing,” tandasnya.(pay)