RADARBEKASI.ID, BEKASI – Momen kelahiran buah hati menjadi kebahagiaan yang dinantikan setiap orang tua. Namun, kondisi persalinan terkadang membutuhkan penanganan khusus yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Hal tersebut dialami oleh Lidia Tri Agustina (30), seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang harus menjalani persalinan melalui operasi caesar karena posisi bayinya sungsang dan terlilit tali pusat.
Wanita yang akrab disapa Lidia ini menyampaikan bahwa selama masa kehamilan dirinya rutin melakukan pemeriksaan untuk memantau kondisi kesehatannya dan perkembangan janinnya. Namun, pada saat mendekati waktu persalinan, dokter menemukan posisi bayi dalam keadaan sungsang dan terdapat lilitan tali pusat.
“Awalnya saya berharap bisa melahirkan secara normal. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dokter menyampaikan bahwa posisi bayi saya sungsang dan terlilit tali pusat. Karena kondisi tersebut, jadi saya disarankan untuk menjalani operasi caesar,” ungkapnya.
Lidia mengaku sempat khawatir. Di satu sisi, ia memikirkan kondisi buah hatinya, sementara di sisi lain ia membayangkan biaya yang mungkin harus disiapkan untuk persalinan caesar. Namun, kekhawatiran tersebut hilang setelah mengetahui bahwa seluruh pelayanan persalinannya dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
“Jujur saya sempat khawatir, apalagi ketika dokter menyampaikan saya harus menjalani persalinan caesar. Selain memikirkan kondisi bayi, saya juga sempat memikirkan biayanya. Tapi setelah mendapat penjelasan dari pihak Rumah Sakit kalau persalinan saya dapat dijamin oleh JKN, saya langsung merasa lebih tenang. Jadi saya bisa fokus menjalani proses persalinan dan memikirkan kesehatan saya serta bayi,” ungkapnya.
Setelah persalinan, Lidia dan bayinya mendapatkan perawatan serta pemantauan dari tenaga kesehatan. Lidia mengaku bersyukur karena kondisi dirinya dan sang buah hati sehat dan berangsur membaik.
“Setelah operasi saya dirawat selama satu hari. Kemarin saya pakai metode eracs jadi pemulihannya cepat. Kondisi saya dan bayi terus dipantau. Alhamdulillah setelah dinyatakan membaik, saya diperbolehkan untuk pulang,” katanya.
Lidia menyampaikan bahwa memiliki jaminan kesehatan sangat penting. Kondisi persalinan dapat berubah sewaktu-waktu sehingga kesiapan, baik secara fisik maupun perlindungan kesehatan, menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi saat persalinan. Saya sendiri awalnya berharap bisa melahirkan normal, tetapi ternyata harus operasi karena posisi bayi sungsang dan terlilit tali pusat. Untung saya sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan. Bagi saya, BPJS Kesehatan atau JKN bukan sekadar jaminan ketika sakit, tetapi juga memberikan rasa aman ketika menghadapi kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan medis,” tutupnya. (*)











