RADARBEKASI.ID,BEKASI – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota dan Kabupaten Bekasi pede partainya bisa melenggang ke Senayan di Pemilu 2029 mendatang. Mereka yakin bisa melampaui ambang batas parlemen, terlebih adanya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di PSI.
Hal itu sekaligus menanggapi hasil survei lembaga Poltracking Indonesia periode 14-20 Agustus, dimana elektabilitas partai berlambang gajah itu baru di angka 2,3 persen.
“Kalau di PSI enggak ada kekhawatiran yang khusus, karena publik sudah tahu semua kalau Pak Jokowi adalah salah satu kader kami juga di PSI secara nasional dari satu tahun yang lalu,” ujar Ketua DPD PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati, kepada Radar Bekasi, Rabu (7/10).
Perempuan yang akrab disapa Hera itu menilai, deklarasi Jokowi saat menghadiri Rakorda di Kabupaten Bekasi, menambah percaya diri kader mengarungi kontestasi politik lima tahunan mendatang. Menurutnya, ini menjadi motivasi buat pengurus Kota Bekasi agar terus bergerak.
“Sesuai dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi waktu di Kabupaten Bekasi, berapapun nilai parliamentary threshold selama kader-kader dibawah bekerja, saya rasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” ungkapnya.
Saat ini, pembentukan pengurus PSI Kota Bekasi hingga tingkat ranting diklaim sudah rampung. “Kemarin kita baru selesai juga pelantikan kepengurusan 2025-2030. Jadi alhamdulillah untuk tingkatan struktur kita sudah rampung semua tinggal pengkaderan saja yang harus kita tingkatkan lagi karena Pak Jokowi di dalam, jadi harusnya semakin bertambah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, Ridho Choirul Umam, menegaskan bahwa pihaknya menghormati survei Poltracking. Dirinya menilai, angka 2,3 persen itu bukan sesuatu yang harus dibantah, tetapi itu menjadi bahan evaluasi PSI Kabupaten Bekasi khususnya untuk bekerja lebih keras.
“Waktu menuju Pemilu 2029 masih panjang, kita perlu ekstra untuk bekerja lebih keras agar bisa merangkul dan hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Bekasi,” ucapnya.
Terpenting bagi PSI, kata Ridho, bukan sekadar bicara soal angka survei tetapi bagaimana memperkuat struktur partai sampai ke tingkat paling bawah. Kemudian menghadirkan calon legislatif yang berkualitas serta memastikan kerja-kerja PSI yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat sampai ke tingkat bawah.
“Target kami ini bukan hanya sekadar mencapai target parliamentary threshold, PSI harus mempersiapkan diri untuk memperoleh kepercayaan masyarakat yang jauh lebih besar,” ungkapnya. (pra)











