RADARBEKASI.ID,BEKASI- Eks Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat, Daris, resmi berpindah haluan ke Partai Rakyat Indonesia (PRI). Kepindahan mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ke partai besutan Muhammad Nazaruddin itu berkaitan dengan target politik menuju Pemilu 2029 mendatang.
“Saya sudah tidak lagi di Partai Ummat, sekarang saya bergabung dengan Partai Rakyat Indonesia (PRI), untuk sekarang baru anggota biasa saja,” ujar Daris, kepada Radar Bekasi, Kamis (8/10).
Secara gamblang, Daris menjelaskan, kepindahannya ke PRI tidak lain karena alasan biaya politik. Dirinya memandang, semua partai sama, tidak ada partai yang idealis ke negara, idealis ke rakyat, maupun idealis ke Undang-Undang. Begitu juga konstituen ketika memilih pemimpin, saat ini diakuinya cenderung pragmatis.
“Mana saja yang bisa bayar, ada biaya, itu yang dipilih masyarakat. Ini menjadi bingung orang-orang yang idealis. Maka karena saya sudah biasa di politik, sekarang ikut yang di atasnya punya biaya saja akhirnya. Jadi kenapa saya pindah ke PRI, karena mempunyai cost politik yang tinggi,” ungkapnya.
Secara konsep, kata Daris, PRI mungkin tidak terlalu menonjol, namun secara kemampuan cost politik kemungkinan lebih besar sehingga mampu menarik konstituen. Untuk sekarang, dirinya mengaku kepengurusan PRI di 38 provinsi se Indonesia sudah terbentuk, dan bertahap membentuk kepengurusan tingkat daerah.
“Hampir di seluruh Indonesia sudah clear, walaupun mungkin secara politik tidak terlalu diekspos berdasarkan perhitungan teknis, mungkin PRI ini senyap dulu secara pembentukannya, tapi lengkap. Nanti begitu deklarasi ternyata kepengurusannya sudah utuh di 38 provinsi se Indonesia. Saya rasa mungkin di atas 90 persen akan lolos verifikasi,” katanya.
Lanjut Daris untuk di Kabupaten Bekasi sendiri diakuinya sudah terbentuk. Ia sendiri bakal masuk di jajaran pengurus DPP. “Untuk di Kabupaten Bekasi sudah terbentuk kepengurusan. Kalau saya rencananya akan masuk struktur kepengurusan di DPP sebagai ketua salah satu bidang,” ucapnya. (pra)











