RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bekasi, Sarif Marhaendi, menyatakan siap bertarung memperebutkan kursi Wakil Bupati Bekasi jika mendapat mandat dari partainya.
“Kalau partai memang menunjuk saya untuk ikut kontestasi dalam pengisian wakil bupati, saya sebagai kader partai akan siap,” ungkap Sarif kepada Radar Bekasi, Senin (12/10/2026).
Diketahui, pada Pilkada 2024, pasangan Ade-Asep mendapat dukungan empat partai, yakni PDI Perjuangan, Partai Bulan Bintang (PBB), PPP, dan Partai Buruh. Keempatnya menjadi bagian dari koalisi yang berpeluang mengusulkan kandidat.
Saat ini, kata dia, PPP masih menunggu penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menjadi bupati definitif setelah kasus hukum yang menjerat Ade Kuswara Kunang berkekuatan hukum tetap.
Sebagai pengusung pasangan Ade-Asep, PPP membuka peluang mengajukan kader. Namun, pembicaraan di antara partai koalisi belum sampai pada penentuan kandidat, meski sejumlah nama mulai beredar, termasuk Sarif.
“Hari ini nama-nama yang muncul baru prediksi teman-teman, termasuk nama saya juga kan dimunculkan, tapi untuk pembahasan di partai koalisi belum ada.
Sarif menjelaskan, setiap partai pengusung berhak mengajukan calon. Namun, proses pengisian jabatan tersebut pada akhirnya harus menghasilkan dua nama untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.
BACA JUGA: Diminta DPW Tetap Berseragam PPP, Sholihin Isyaratkan Pindah Haluan
“Semua partai pengusung ini punya hak untuk mengisi kekosongan wakil bupati. Cuma nanti harus dua nama yang di munculkan,” ujar Sarif.
Sarif mengatakan, keputusan mengenai kader PPP yang akan diajukan berada di tangan pimpinan partai tingkat pusat. Ia kembali menegaskan, penentuan itu menunggu perkembangan proses penetapan Asep sebagai bupati definitif.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi membutuhkan wakil bupati untuk membantu kepala daerah menangani persoalan pemerintahan. Luas wilayah dan beragam masalah daerah menuntut pembagian peran agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan optimal.
Meski demikian, koalisi belum membicarakan sosok yang akan diusulkan. Komunikasi antarpartai sejauh ini masih sebatas obrolan umum.
“Hari ini masing-masing partai koalisi belum membahas siapa yang akan diusung. Sejauh ini kita (koalisi) ngobrolin biasa, belum menyudut ke sejauh itu,” pungkasnya. (pra)











