RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, polemik tersebut berkaitan dengan beredarnya rekaman panggilan video Ruben bersama seorang pria yang sebelumnya diunggah Sarwendah melalui media sosial.
Konflik keduanya juga diwarnai persoalan hak asuh anak serta berbagai permasalahan lain yang memicu perhatian masyarakat. Sarwendah disebut merasa kesal karena menganggap dirinya terus menjadi sasaran fitnah di tengah konflik yang berlangsung.
Belum lama ini, Sarwendah membagikan sejumlah bukti percakapan dan rekaman layar yang memperlihatkan Ruben Onsu tengah melakukan panggilan video dengan seorang pria. Dalam rekaman tersebut, Ruben terlihat membicarakan persoalan asmara dan diduga menggoda lawan bicaranya.
Namun, video yang dibagikan Sarwendah sempat menuai keraguan dari sejumlah warganet. Hal itu lantaran wajah pria yang berada di dalam panggilan video bersama Ruben sengaja disamarkan atau dibuat buram.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan di kalangan netizen bahwa rekaman yang beredar telah melalui proses penyuntingan. Perdebatan mengenai keaslian video itu pun semakin ramai diperbincangkan di media sosial.
Rekaman Video Call Ruben Onsu Tanpa Blur Beredar
Di tengah keraguan warganet, sebuah akun Instagram bernama @fachrufyn_ mengunggah rekaman video yang memperlihatkan wajah pria dalam panggilan video bersama Ruben Onsu tanpa efek buram.
Video tersebut diunggah pada Senin (12/10/2026) sore. Kemunculan rekaman itu seolah menjadi respons terhadap berbagai pertanyaan publik mengenai keaslian video yang sebelumnya dibagikan Sarwendah.
Melalui keterangan unggahannya, pemilik akun menyatakan bahwa video tersebut dibagikan untuk menghindari munculnya tuduhan yang dianggap tidak benar terkait rekaman yang beredar.
“Untuk menghindari fitnah dan tuduhan palsu mengenai video ini, maka berikut saya posting video asli tanpa edit dan blur,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu kemudian menarik perhatian warganet yang sebelumnya mempertanyakan mengapa wajah pria dalam video yang dibagikan Sarwendah disamarkan.
Meski demikian, identitas pemilik akun @fachrufyn_ sebagai pria yang melakukan panggilan video dengan Ruben Onsu belum dapat dipastikan. Begitu pula dengan konteks lengkap rekaman tersebut, yang masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut.
Oleh karena itu, beredarnya video tanpa blur tersebut belum cukup untuk memastikan seluruh dugaan yang berkembang di media sosial.
BACA JUGA:Ruben Onsu Laporkan Sarwendah ke Polda Metro Jaya Terkait Video Call yang Viral
Minola Sebayang Singgung Konsekuensi Hukum Perekaman Komunikasi Privat
Di tengah ramainya perbincangan mengenai rekaman video call tersebut, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, turut menyoroti persoalan hukum yang berkaitan dengan perekaman dan penyebaran komunikasi pribadi tanpa izin.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Minola membahas privasi komunikasi yang dilakukan melalui berbagai sarana, mulai dari sambungan telepon biasa, WhatsApp Call, hingga Zoom.
Menurut Minola, merekam percakapan tanpa persetujuan pihak yang terlibat dapat menimbulkan persoalan hukum. Ia juga mengingatkan bahwa pihak yang menyebarkan rekaman tersebut berpotensi menghadapi konsekuensi hukum.
Dalam keterangannya, Minola menuliskan:
“Tindakan merekam percakapan via telp/wA call dan zoom tanpa ijin adalah perbuatan MELAWAN HUKUM dan itu juga bisa menimbulkan akibat hukum bagi orang yg menyebarkan rekaman tersebut,” tulis Minola dalam unggahannya.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena muncul ketika rekaman panggilan video Ruben Onsu ramai dibicarakan setelah diunggah Sarwendah ke media sosial.
Meski demikian, pernyataan Minola mengenai aspek hukum perekaman komunikasi privat tidak serta-merta menentukan apakah tindakan dalam kasus ini melanggar hukum. Penilaiannya tetap bergantung pada fakta, bukti, serta ketentuan hukum yang berlaku.
Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Menjadi Sorotan
Beredarnya rekaman video call tersebut menambah panjang polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Persoalan yang melibatkan keduanya kini tidak hanya menjadi perbincangan mengenai hubungan pribadi, tetapi juga menyentuh isu privasi dan kemungkinan konsekuensi hukum dari penyebaran rekaman.
Di satu sisi, Sarwendah telah membagikan rekaman yang menurutnya berkaitan dengan persoalan yang sedang dihadapinya. Di sisi lain, kuasa hukum Ruben Onsu menyoroti aspek hukum terkait perekaman dan penyebaran komunikasi pribadi tanpa izin.
Perbedaan sudut pandang tersebut membuat kasus ini terus menarik perhatian publik. Terlebih, munculnya rekaman tanpa blur dari akun Instagram @fachrufyn_ kembali memicu diskusi mengenai video yang sebelumnya beredar.
Hingga kini, sejumlah hal masih memerlukan kejelasan, termasuk identitas pria dalam rekaman, konteks lengkap percakapan, serta aspek hukum terkait perekaman dan penyebarannya.
Dengan demikian, publik perlu berhati-hati dalam menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial. Dugaan yang muncul belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terbukti sebelum terdapat kejelasan berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku.(mna)











