RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Sarwendah mengungkapkan bahwa akun Instagram pribadinya, @sarwendah29, mendapat sanksi berupa pembatasan fitur siaran langsung atau live selama satu tahun.
Tak hanya itu, ia juga mengaku menerima peringatan bahwa akun media sosialnya berpotensi diblokir setelah mengunggah video yang memperlihatkan Ruben Onsu tengah melakukan panggilan video dengan seorang pria.
Kabar tersebut disampaikan Sarwendah melalui pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam penjelasannya, mantan istri Ruben Onsu itu sekaligus meluruskan kabar yang menyebut dirinya sengaja menghapus video yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Sarwendah menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang menghapus unggahan tersebut. Menurutnya, video itu diturunkan langsung oleh Instagram setelah menerima banyak laporan dari pengguna sejak pertama kali dipublikasikan.
Ia menjelaskan, konten tersebut sebenarnya sempat bertahan setelah dirinya mengajukan banding atas laporan yang masuk. Namun, seiring bertambahnya jumlah laporan, Instagram akhirnya mengambil tindakan dengan menghapus tayangan tersebut dari platform.
“Postingan kemarin bukan saya hapus. Sebenarnya postingan itu sudah di report dari hari pertama saya up ke IG saya, sempat bertahan setelah saya ajukan banding, tapi hari ini akhirnya diturunkan Instagram setelah makin banyak di-report,” tulis Sarwendah.
Selain kehilangan akses terhadap unggahan yang menjadi sorotan, Sarwendah mengaku harus menghadapi konsekuensi lain di akun Instagram miliknya.
Ia menyebut fitur siaran langsung atau live miliknya dibatasi selama satu tahun. Sarwendah juga mengungkapkan adanya peringatan dari Instagram terkait kemungkinan penangguhan atau pemblokiran akun.
“Saya juga kena pembatasan live selama setahun, dan ada peringatan akan di banned akunnya,” lanjutnya.
Pengakuan tersebut menambah perhatian publik terhadap polemik video panggilan video Ruben Onsu dengan seorang pria. Terlebih, unggahan yang sebelumnya beredar luas itu kini sudah tidak dapat diakses melalui akun Sarwendah setelah diturunkan oleh Instagram.
Meski demikian, berdasarkan penjelasan Sarwendah, penghapusan konten tersebut bukan keputusan yang diambilnya secara sukarela, melainkan tindakan dari pihak platform setelah menerima banyak laporan.
Di tengah polemik yang berkembang, Sarwendah turut menanggapi pernyataan pihak kuasa hukum Ruben Onsu yang sebelumnya menyebut video tersebut telah melalui proses penyuntingan atau editan.
Menanggapi tudingan itu, Sarwendah mengaku tidak keberatan apabila persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum. Ia bahkan mempersilakan pihak yang meragukan keaslian video tersebut untuk membuat laporan polisi agar kebenarannya dapat diperiksa lebih lanjut.
Menurut Sarwendah, pemeriksaan melalui proses forensik dapat membantu memastikan apakah video yang diunggahnya merupakan rekaman asli atau telah mengalami perubahan.
BACA JUGA:Raline Shah Resmi Mundur dari Komdigi, Ternyata Ini Alasan di Balik Keputusannya!
Ia menegaskan bahwa proses hukum bisa menjadi jalan untuk mengungkap fakta di balik video yang kini menjadi perbincangan masyarakat.
“Kalau videonya dianggap palsu, saya sudah persilakan laporkan ke polisi supaya diperiksa lewat forensik,” tegas Sarwendah.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Sarwendah membuka peluang bagi persoalan keaslian video untuk diselesaikan melalui pemeriksaan yang lebih objektif. Dengan demikian, polemik yang berkembang tidak hanya berhenti pada perdebatan di media sosial.
Sarwendah juga mempertanyakan alasan di balik diturunkannya video tersebut oleh Instagram. Ia menyinggung situasi yang menurutnya menimbulkan pertanyaan, terutama apabila ada pihak yang meyakini bahwa isi video itu tidak benar.
Melalui pernyataannya, Sarwendah mempertanyakan mengapa video tersebut justru menjadi persoalan hingga akhirnya tidak lagi dapat diakses publik.
“Kalau yakin tidak benar, kenapa justru sibuk membuat videonya hilang?” tulisnya.
Pernyataan itu kembali memicu perhatian terhadap perselisihan yang melibatkan Sarwendah dan Ruben Onsu. Video panggilan video yang sempat diunggah Sarwendah sebelumnya telah menjadi bahan pembicaraan luas, termasuk terkait perdebatan mengenai keasliannya.
Hingga polemik tersebut berkembang, Sarwendah menyatakan kesiapannya apabila video itu harus diperiksa melalui jalur hukum.
Sementara itu, pengakuannya mengenai pembatasan fitur live selama setahun dan peringatan pemblokiran akun turut menjadi sorotan tersendiri di tengah ramainya perbincangan publik mengenai persoalan tersebut. (mna)











