Berita Bekasi Nomor Satu

Daniel Mananta Blak-blakan soal Udara Jakarta yang Memburuk, Pesannya untuk Pemerintah Jadi Sorotan

Potret Daniel Mananta. Foto:Dok.Instagram/uniqloindonesia

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Presenter Daniel Mananta mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi kualitas udara di Jakarta yang dinilai semakin memburuk.

Ia menyoroti dampak kabut asap yang meluas di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, yang menurutnya menjadi persoalan serius dan perlu mendapat perhatian bersama.

Daniel yang juga pegiat olahraga mengaku merasakan langsung sulitnya mendapatkan udara bersih di Ibu Kota. Kondisi tersebut bahkan membuat aktivitas larinya di luar ruangan terasa tidak nyaman akibat udara yang menyesakkan.

Melansir dari okezone.com, Daniel menyampaikan keluhannya saat ditemui awak media di kawasan Jakarta Pusat pada 14 Oktober 2026. Mantan video jockey (VJ) MTV itu menilai kualitas udara Jakarta saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Menurut Daniel, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele karena udara bersih merupakan kebutuhan dasar seluruh masyarakat.

“Sebagai pelari, saya bisa bilang, kualitas udara Jakarta saat ini sangat buruk sekali. Kalau saya lari di luar, rasanya sesak banget,” ujar Daniel.

Ia berharap kondisi kualitas udara di Jakarta maupun wilayah lain yang terdampak kabut asap segera membaik. Daniel juga meminta pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas untuk menangani persoalan tersebut.

Selain merasakan buruknya kualitas udara di Jakarta, Daniel Mananta turut membagikan pengalamannya saat berkunjung ke Palembang belum lama ini.

Dalam kunjungan tersebut, ia mengaku terkejut ketika mendapati bau asap yang begitu menyengat saat keluar dari hotel tempatnya menginap.

Daniel baru mengetahui bahwa masyarakat Palembang telah menghadapi kondisi serupa selama beberapa pekan terakhir. Pengalaman itu membuatnya semakin menyadari bahwa kabut asap bukan hanya persoalan di satu wilayah, melainkan masalah yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Saya keluar dari hotel itu bau asap banget. Ternyata, warga Palembang sudah berjibaku dengan kondisi itu sekitar 2 atau 3 minggu terakhir. Saya berharap banget, pemerintah bisa lebih tegas lagi dalam menghadapi situasi ini,” ungkapnya.

Daniel berharap pemerintah dapat meningkatkan upaya penanganan kabut asap agar masyarakat tidak terus-menerus terpapar udara yang tidak sehat.

Baginya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan olahraga di luar ruangan.

BACA JUGA:Sarwendah Kena Pembatasan Live Instagram Selama Setahun, Akunnya Terancam Diblokir Usai Unggah Video Ruben Onsu

Di tengah kekhawatirannya terhadap kondisi lingkungan saat ini, Daniel Mananta juga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak hanya berfokus pada kritik dan komentar negatif.

Ia mengajak masyarakat, khususnya pengguna media sosial, untuk tetap menyebarkan energi positif serta memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak kabut asap.

Daniel menilai situasi sulit seperti sekarang justru menjadi momentum bagi masyarakat untuk saling menguatkan. Ia percaya bahwa masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk bertahan dan menghadapi berbagai tantangan.

Karena itu, Daniel mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan mengutamakan kata-kata yang dapat membangkitkan semangat.

“Justru karena kondisi sedang sulit seperti ini, sebisa mungkin kita ngomong sesuatu yang positif. Saya yakin, masyarakat kita dari dulu sampai sekarang survivors. Jadi, usahakan yang keluar dari mulut kita itu sesuatu yang positif dan menyemangati warga lain,” tuturnya.

Melalui pesannya tersebut, Daniel berharap masyarakat Indonesia dapat menghadapi situasi ini dengan semangat kebersamaan.

Meski demikian, ajakan untuk menyebarkan energi positif tidak menghilangkan pentingnya penanganan serius terhadap persoalan kabut asap. Daniel tetap berharap pemerintah mengambil langkah konkret agar kualitas udara kembali membaik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Kekhawatiran Daniel pun menjadi pengingat bahwa persoalan kualitas udara bukan sekadar isu lingkungan, melainkan juga menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat yang membutuhkan udara bersih untuk menjalani kehidupan sehari-hari. (mna)