RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kementerian Sosial terus memperkuat sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui digitalisasi berbasis aplikasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah ini diklaim mampu membuat penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan dukungan data yang lebih akurat dan mekanisme verifikasi yang lebih ketat.
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, mengatakan bansos berbasis aplikasi AI dirancang untuk memperbaiki kualitas data penerima bantuan sekaligus memperkuat proses penyaluran agar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
“Bansos digital ini untuk memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran. Data-datanya diperbaiki, lalu mekanismenya diperkuat dengan satu aplikasi berbasis AI agar bisa melihat dan memverifikasi data dengan lebih baik,” ujar Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, Rabu (4/2).
Ia menjelaskan, ke depan masyarakat dapat mengusulkan penerima bansos, baik mengusulkan dirinya sendiri maupun orang lain. Namun, seluruh usulan tersebut akan melalui proses verifikasi sistem secara otomatis oleh aplikasi.
“Nanti setiap orang boleh mengusulkan, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Tapi aplikasi ini yang akan menjawab apakah memenuhi syarat atau tidak,” jelasnya.
Menurut Gus Ipul, digitalisasi bansos bukan hanya soal penggunaan teknologi, melainkan bagian dari upaya memperkuat tata kelola bantuan sosial agar lebih transparan, akuntabel, dan minim kesalahan data.
“Digitalisasi bansos ini dalam rangka memperkuat supaya penyaluran bansos benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Melalui sistem berbasis AI ini, Kementerian Sosial berharap penyaluran bantuan sosial ke depan semakin efektif serta mampu meminimalkan potensi bantuan tidak tepat sasaran akibat data ganda, tidak valid, atau sudah tidak sesuai kondisi lapangan. (rez)











