Berita Bekasi Nomor Satu

Wamendagri Bima Arya Titip Pesan ke Wali Kota Bekasi, Tekan Biaya Listrik Demi Efisiensi WFH

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendampingi Wamendagri, Bima Arya, memberikan keterangan kepada wartawan saat monitoring WFH ASN Pemkot Bekasi, Jumat (10/3). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya meminta Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengoptimalkan pengendalian biaya listrik di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam penerapan Work From Home (WFH) sebagai bagian dari efisiensi energi.

Pesan tersebut disampaikan saat Bima Arya melakukan monitoring penerapan WFH di lingkungan Pemkot Bekasi, Jumat (10/4/).

“Saya titip ke Pak Wali, nanti dihitung saja. Pak Wali sudah punya hitungan katanya sejak sistem lembur itu ditiadakan, itu ada penghematan 120 juta per bulan,” ucapnya.

Dalam monitoring, Bima Arya, juga turut meninjau ruang kerja Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, dan menghubungi salah satu ASN melalui video call terkait penerapan skema WFH.

“Nanti satu bulan dihitung penghematan dalam hal BBM, Air, dan Listrik. Tadi kan ruangannya Pak Sekda juga beberapa lampunya dimatikan, kita ingin hitung itu kembali. Sembari mengenai kelanjutan Efisensi Listrik ini akan dilaporkan oleh setiap Pemerintah Daerah setiap sebulan sekali,” tuturnya.

Di sisi lain, Tri Adhianto menegaskan bahwa langkah efisiensi listrik di kantor pemerintahan sudah mulai diterapkan sejak Januari 2026.

“Di mana pada waktu itu saya sudah menerapkan jam kerja itu mulai pukul 07.00 WIB. Lampu mulai hidup, AC mulai hidup, sampai pukul 17.00 WIB, tidak ada lagi lembur. Biasanya kita per bulan itu di seluruh Kota ini hampir Rp447 Juta. Nah mulai memasuki Bulan April ini sudah mulai terasa. Jadi rata-rata penurunannya di angka Rp100 juta sampai Rp120 Juta,” sambungnya. (zak)