RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tabrakan antara KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang (PLB 5568A) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam, mengakibatkan korban jiwa.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebanyak empat orang meninggal dan puluhan lainnya dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi karena mengalami luka-luka.
“Ada 38 orang dievakuasi dan ada empat teridentifikasi meninggal dunia,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Hingga saat ini, pihak KAI belum merilis identitas para korban meninggal maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat melakukan penanganan, pengamanan area kejadian, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan operasional perjalanan kereta.
Sebagai langkah pengamanan sementara, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur serta area emplasemen Bekasi Timur telah dinonaktifkan guna mendukung proses evakuasi. (oke)











