Berita Bekasi Nomor Satu

AHY Ungkap Jumlah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, memberikan keterangan kepada wartawan di RSUD dr. Abdullah Kota Bekasi, Selasa (28/4). FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengonfirmasi jumlah korban meninggal akibat tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang. Sementara itu, 88 orang lainnya mengalami luka-luka.

“Per siang tadi, 15 orang dinyatakan meninggal dunia. Tentu ini adalah kehilangan besar, duka cita terdalam kita haturkan kepada keluarga korban dan semoga semua husnul khotimah, diberikan sisi terbaik Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar AHY di RSUD dr. Abdullah Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Ia menyebut korban luka tersebar di sedikitnya 10 rumah sakit di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Ada di 10 rumah sakit di kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi. Dan saat ini kita berada di RSUD Kota Bekasi,” jelasnya.

AHY menuturkan, sejumlah korban selamat masih menjalani perawatan intensif, termasuk menunggu tindakan operasi akibat luka yang dialami.

“Tadi saya sempat melihat beberapa yang masih berada di ruangan-ruangan, menunggu operasi dan lain sebagainya. Tadi saya juga sempat berdialog dengan pasien. Beragam ada yang mengalami patah atau dislokasi di pundaknya, di kakinya, di tangannya. Tapi semua tadi bisa berkomunikasi, ditunggui oleh keluarganya,” kata dia.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini fokus memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan medis terbaik hingga pulih dan dapat kembali beraktivitas.

“Oleh karena itu, terima kasih atas kerja keras dan kecepatan pengambilan tindakan oleh semua yang telah terlibat dalam proses evakuasi tersebut. Nah, intinya kita saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” ucap dia.

Lebih lanjut, ia menyebut mayoritas korban merupakan pekerja yang sedang dalam perjalanan pulang. Sebagian besar merupakan perempuan yang berada di gerbong khusus wanita saat kejadian.

“Rata-rata, kalau saya tanya tadi, mereka pulang kerja. Mereka pulang kerja dari berbagai lokasi, dari berbagai tempat kerja, hampir semua ya perempuan, wanita. Ada beberapa laki-laki ya, tapi hampir mayoritas tentunya pekerja wanita yang menggunakan KRL gerbong khusus wanita,” pungkasnya. (zak)