RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Jennifer Coppen akhirnya buka suara mengenai komentar sejumlah netizen yang kerap menyindirnya karena sering terlihat menyetir mobil saat bepergian bersama sang suami, Justin Hubner, di Eropa.
Tak sedikit warganet yang bahkan menyebut Jennifer seperti menjadi ‘sopir pribadi’ untuk pesepak bola tersebut.
Komentar tersebut muncul karena Jennifer dinilai terlalu bucin kepada suaminya. Beberapa netizen mempertanyakan mengapa dirinya justru harus menyetir untuk Justin, terlebih ketika keduanya tengah bepergian bersama.
Menanggapi berbagai cibiran itu, Jennifer Coppen memilih untuk tidak ambil pusing. Ia justru menjelaskan situasi sebenarnya yang membuat dirinya lebih sering berada di balik kemudi ketika berada di Eropa.
Jennifer mengungkapkan bahwa Justin Hubner memang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang dapat digunakan untuk berkendara di Eropa. Kondisi tersebut membuat Justin tidak bisa begitu saja menyetir mobil selama berada di sana.
“Aku dimarahin sama netizen. Banyak yang bilang, masa mau nyetir untuk suami? Gimana ya guys,” ujar Jennifer Coppen.
Menurut Jennifer, mendapatkan SIM di Eropa bukan perkara mudah. Bahkan, Justin disebut sudah beberapa kali mengikuti ujian untuk mendapatkan izin mengemudi, tetapi belum berhasil lulus.
Jennifer mengatakan Justin telah mengikuti ujian SIM hingga lima kali dan semuanya berakhir dengan kegagalan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ujian tertulis yang memiliki jumlah soal cukup banyak dan aturan kesalahan yang sangat ketat.
“Karena mengurus SIM di Eropa itu susah banget. Justin sampai ujian SIM lima kali dan semua gagal,” jelas Jennifer.
Ia kemudian memberikan gambaran mengenai tingkat kesulitan ujian tersebut. Menurutnya, ujian tertulis untuk mendapatkan SIM di Eropa bisa terdiri dari sekitar 40 hingga 60 pertanyaan.
BACA JUGA: Tak Kuasa Menahan Air Mata, Andre Taulany Sampaikan Pesan Khusus untuk Dio, Kenzy, dan Lova
Dalam kondisi tertentu, jumlah kesalahan yang diperbolehkan juga sangat terbatas. Jennifer mencontohkan, apabila batas maksimal kesalahan hanya enam jawaban, Justin bisa saja gagal ketika melakukan tujuh kesalahan.
“Jadi di sana itu, ujian tertulis SIM bisa 40 atau 60 pertanyaan. Jadi terkadang, dia salah tujuh, padahal syarat SIM misalnya hanya boleh salah enam. Jadi sesusah itu,” tuturnya.
Berbeda dengan Justin yang masih berusaha mendapatkan SIM di Eropa, Jennifer sudah memiliki SIM internasional. Karena itu, ia memilih untuk mengemudikan mobil sendiri selama berada di Eropa agar aktivitas dan mobilitas keluarganya tetap berjalan dengan lancar.
Jennifer juga menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa terbebani harus menyetir untuk sang suami. Justru, ia mengaku menikmati rutinitas tersebut karena membuat dirinya merasa lebih produktif.
“Aku tidak keberatan menyetir sendiri. Justru, aku malah senang bangun pagi dan ngantarin dia. Aku jadi merasa kayak lebih produktif gitu,” ungkap Jennifer.
Ia bahkan menyebut dirinya bukan tipe orang yang malas sehingga tidak mempermasalahkan jika harus mengantar Justin menggunakan mobil.
“Aku bukan pemalas juga, jadi happy saja sih kalau nyetirin,” lanjutnya.
Selain menjadi orang yang mengantar Justin, Jennifer juga bercerita tentang kesehariannya sebagai ibu sekaligus istri. Ia terkadang merasa seperti memiliki dua orang yang harus diperhatikan, yakni putrinya, Kamari, dan Justin Hubner.
Hal tersebut tidak terlepas dari kedekatan Justin dengan Kamari. Menurut Jennifer, hubungan ayah dan anak antara Justin dan Kamari sangat erat. Keduanya bahkan sering asyik menghabiskan waktu bersama hingga Jennifer merasa seperti tidak terlalu diperhatikan.(mna)











