RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rasa khawatir sempat dirasakan Syoflia Agustina, salah satu peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ketika dokter menyampaikan bahwa dirinya harus segera menjalani tindakan operasi batu empedu.
Bukan hanya memikirkan kondisi kesehatannya, Syoflia juga sempat membayangkan besarnya biaya yang mungkin diperlukan untuk menjalani tindakan tersebut.
Namun, kekhawatiran itu perlahan sirna setelah mengetahui bahwa pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya dapat dijamin melalui Program JKN sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia pun dapat menjalani proses pengobatan dengan lebih tenang tanpa terbebani persoalan biaya.
Syoflia menceritakan, keluhan sakit pada bagian perut yang cukup mengganggu aktivitasnya menjadi awal dirinya memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas kesehatan tempatnya terdaftar. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan adanya batu empedu dan merekomendasikan tindakan operasi sebagai bagian dari penanganan medis yang diperlukan.
“Waktu pertama kali dokter menjelaskan hasil pemeriksaan dan menyampaikan bahwa saya harus segera menjalani operasi karena batu empedu, jujur saya sempat khawatir. Yang pertama terpikir tentu soal biaya. Saya takut biayanya besar dan tidak seluruhnya bisa dijamin BPJS Kesehatan. Tetapi setelah mendapat penjelasan bahwa tindakan yang saya butuhkan dapat dijamin melalui JKN sesuai ketentuan, saya menjadi lebih tenang,” ujar Syoflia.
Ia bersyukur seluruh rangkaian pelayanan yang dijalaninya, mulai dari pemeriksaan hingga tindakan operasi, dapat diperoleh melalui Program JKN tanpa mengeluarkan iur biaya sesuai ketentuan. Kondisi tersebut membuatnya dapat lebih fokus menjalani pengobatan dan mempersiapkan diri untuk proses pemulihan.
“Alhamdulillah, saya tidak mengeluarkan iur biaya untuk operasi. Dari pemeriksaan awal sampai tindakan yang saya jalani dijamin sesuai ketentuan. Jadi saya bisa lebih fokus pada kesehatan dan proses pemulihan tanpa harus memikirkan biaya,” tuturnya.
Bagi Syoflia, pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa memiliki jaminan kesehatan merupakan hal yang penting. Menurutnya, kebutuhan pelayanan kesehatan dapat datang kapan saja dan sering kali tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
“Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya akan jauh lebih khawatir memikirkan biaya. Apalagi tindakan operasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dengan adanya JKN, saya merasa sangat terbantu dan lebih tenang menjalani pengobatan. Kita memang tidak pernah tahu kapan akan sakit atau membutuhkan tindakan medis,” jelasnya.
Pengalaman menjalani operasi batu empedu juga membuat Syoflia semakin memahami manfaat kepesertaan JKN. Ia berharap Program JKN dapat terus memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat serta menghadirkan pelayanan yang semakin baik dan mudah diakses.
“Saya berharap Program JKN ke depannya terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Semoga pelayanannya semakin baik dan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya ketika harus menjalani operasi dan sangat bersyukur karena tidak perlu khawatir memikirkan biaya,” tutup Syoflia. (*)











