RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemkot Bekasi mempercepat pembersihan dan pengerukan saluran air di 12 kecamatan seiring masuknya musim hujan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas drainase sekaligus mengantisipasi genangan saat curah hujan meningkat.
Namun, kesiapan sistem drainase Kota Bekasi masih menghadapi sejumlah persoalan. Selain kapasitas saluran yang terbatas, kondisi daerah aliran sungai (DAS) yang kritis dan belum tuntasnya pembangunan sejumlah titik tanggul Kali Bekasi turut menjadi perhatian.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan petugas dan alat berat terus dikerahkan ke berbagai wilayah untuk memastikan saluran air tetap berfungsi optimal.
“Semua tim keluar ke 12 kecamatan. Tim alat berat juga keluar, kita jalan terus,” kata Idi.
Menurut dia, pengerukan sedimentasi menjadi salah satu upaya rutin yang dilakukan pada saluran air, baik berukuran kecil maupun besar. Pembersihan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran sekaligus meningkatkan kemampuan saluran menampung debit air saat hujan.
Meski demikian, Idi mengatakan potensi genangan tidak semata-mata bergantung pada kondisi drainase. Intensitas hujan dan besarnya debit air yang masuk ke wilayah Kota Bekasi menjadi faktor yang sulit dikendalikan.
“Kota sebenarnya sudah siap. Yang menjadi perhatian kita tetap debit dan intensitas hujan,” ujarnya.
Di sisi lain, kapasitas sejumlah saluran dinilai sudah tidak mampu menampung debit air dalam jumlah besar. Kondisi DAS yang kritis juga berpotensi menambah beban aliran, sementara pembangunan tanggul di sejumlah titik Kali Bekasi belum seluruhnya rampung.
“Kapasitas salurannya memang tidak menampung sebagian besar,” kata Idi.
Kendati demikian, DBMSDA memastikan personel tetap disiagakan di berbagai wilayah selama musim penghujan. Pengerukan saluran dan kesiapan petugas menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi genangan.
Namun, Idi menegaskan kemampuan drainase tetap memiliki batas, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan debit air yang masuk ke Kota Bekasi meningkat signifikan. (sur)











